Seluruh Atap Rumahnya Terbang, Sumiati Harap Bantuan Material dari Pemerintah
Rumah yang telah ia tempati belasan tahun silam itu seluruh bagian atap serta rangkanya raib dibawa angin.
Penulis: Ferryanto | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERYANTO
Sumiati dan suaminya Audi, warga kecamatan Pontianak Barat yang seluruh atap rumahnya terbang entah kemana akibat terjangan angin puting beliung pada Jumat (17/7/2020).
TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Empat hari pasca terjangan angin puting beliung yang memporak-porandakan Kecamatan Barat dan Utara Kota Pontianak, hingga kini masih banyak warga yang menjadi korban sibuk membenahi rumahnya yang rusak. Senin (20/7/2020).
Namun, ada pula di antara warga yang masih belum mampu membenahi rumahnya di karena kan keterbatasan dana yang dimilikinya, satu di antaranya ialah Sumiati (45), warga Kelurahan Sungai Beliung, kecamatan Pontianak Barat.
Rumah yang telah ia tempati belasan tahun silam itu seluruh bagian atap serta rangkanya raib dibawa angin.
Namun, ada pula di antara warga yang masih belum mampu membenahi rumahnya di karena kan keterbatasan dana yang dimilikinya, satu di antaranya ialah Sumiati (45), warga Kelurahan Sungai Beliung, kecamatan Pontianak Barat.
Rumah yang telah ia tempati belasan tahun silam itu seluruh bagian atap serta rangkanya raib dibawa angin.
• Data Terkini, Lebih dari 1100 Rumah Warga Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Pontianak
Ia mengaku bahwa hingga kini belum mampu membenahi atap rumahnya dikarena kan keuangan keluarganya yang terbatas.Untuk mensiasati agar tak kebasahan dikala hujan turun, seluruh atap bagian rumahnya pun tutupinya dengan terpal bantuan pemerintah.
Oleh sebab itu, Sumiati berharap pemerintah dapat memberi bantuan bahan material untuk membenahi atap rumahnya yang hilang diterbangkan angin.
"Kalau bisa bantuan material bisa cepat datang, supaya ini bisa lebih cepat di bangun, biar kami pas hujan ndak kebasahan, karena ini kan musim hujan, dari kemarin pun tetap basah pas hujan,"ujarnya.
"Kalau gunakan dana pribadi, ndak mampu saya, suami hanya buruh pelabuhan, lalu di musim Corona ini susah jarang kerja, untuk seng saja ndak mampu beli,"timpalnya.
Kemudian, Eka anak Sumiati menceritakan bahwa saat kejadian itu sang ibu dan ayahnya tak ada dirumah, Eka hanya bersama anak - anak dan suaminya.
Saat itu, ia sedang mencuci di kamar mandi tiba - tiba ia mendengar petir dan kilat menyambar - nyambar.
"Kaget saya, Saya langsung masuk ngambil handphone anak - anak, karena mereka lagi main handphone, pas lagi sama anak - anak tiba - tiba langsung terangkat semua atapnya,"ujarnya.
Ia bersama suami dan anaknya mengaku sangat syok dan sempat tak mampu bergerak ketika melihat atap rumahnya terbang.
Namun beruntung pada kejadian itu tak ada material bangunan yang menimpanya dan keluarga.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/sumiati-dan-suami.jpg)