Angin Kencang Hantam Permukiman Warga, Kasim Panik Dekap Anak-Istri
Mulai besok kita akan membantu seng dulu, ada juga kayu kasau untuk beberapa bangunan yang roboh,
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Rumah Syarif Kasim (43) langsung roboh saat angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kota Pontianak pada Jumat (17/7/2020) sore.
Rumah tersebut merupakan satu dari ratusan bangunan yang rusak akibat terjangan angin kencang tersebut.
Rumah milik Syarif Kasim (43) berukuran sekitar 5x8 meter di Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara. Rumah berlantai kayu dan berdinding semen itu berada di tepian Sungai Kapuas.
Tidak hanya roboh, berbagai perabotan rumah pun turut raib diterbangkan angin. Di rumah ini hanya tersisa lantai serta puing-puing kayu dari bangunan rumah tersebut.
Syarif Kasim menceritakan, saat itu ia bersama istri dan dua anaknya yang masih di bawah lima tahun (balita) sedang berada di dalam rumah. Sekira pukul 17.40 WIB, angin kencang datang.
• BREAKING NEWS - Angin Kencang Terjang Pemukiman Warga di Pontianak, Beberapa Pohon Tumbang
Cuaca di luar memang sedang mendung, disertai guntur yang terdengar menggelegar berkali-kali.
"Firasat saya sudah tidak enak, tapi saya belum respons itu. Hanya selang berapa detik, angin kencang menerpa rumah saya, rumah langsung goyang," katanya saat diwawancarai Tribun, Sabtu (18/7).
Merasa rumahnya semakin berguncang diterpa angin, Kasim mulai panik dan khawatir. Spontan Kasim pun langsung mendekap anak dan istrinya serta bergegas membawa keduanya keluar rumah.
"Pas sudah keluar, saya lihat atap sama kasau (rangka atap, red) rumah saya sudah berterbangan tinggi," ungkapnya.
• Rumah Roboh dan Barang Berharganya Raib di Terjang Puting Beliung, Inilah Cerita Syarif Kasim
"Ndak ada yang bisa diselamatkan, yang bisa diselamatkan hanya keluarga saya saja. Baju yang saya pakai ini pun saya pinjam sama tetangga, identitas KTP, KK, saya sudah tidak tahu ke mana," tambah pria yang tidak punya pekerjaan tetap ini.
Kendati rumahnya roboh dan barang berharganya hilang disapu angin, Kasim bersyukur istri dan kedua anaknya selamat dan tak terluka. Sementara waktu ia pun akan menumpang di rumah sanak keluarganya sembari membangun kembali rumahnya.
Korban angin kencang lainnya adalah Ferry (26), warga Gg Tri Darma, Kecamatan Pontianak Barat. Ia menceritakan peristiwa angin kencang tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB.
Saat kejadian, ia bersama istri dan anaknya yang baru berusia tiga pekan sedang berada di dalam rumah. Ia kaget bukan kepalang saat melihat atap rumah sudah terbang dibawa angin.
"Istri lumayan panik saat itu sambil menggendong anak. Tadak dapat dah nak membayangkanye," ujarnya kepada Tribun, Jumat malam.
Kendati demikian, Ferry bersyukur bahwa tidak ada terjadi hal yang buruk terhadap seluruh anggota keluarganya yang sedang berada di rumah saat musibah terjadi. "Kejadiannya cepat, tiba-tiba angin datang dan menerbankan atap rumah," ujarnya.
Saat ini ferry bersama kedua orangtuanya, istri dan bayinya, memilih untuk tetap bertahan di rumah. "Sekarang masih dirumah lah dulu, kebetulan atap di bagian dapur tidak kena angin dan nunggu besok pagi baru diperbaiki," ujarnya.
Gendong Nenek
Selain memporak-porandakan ratusan rumah warga dan mencabut puluhan pohon dari tanah, angin kencang yang menerjang Pontianak juga membuat sejumlah warga terluka. Warga terluka akibat tertimpa meterial rumah yang roboh.
Satu di antara korban luka yakni Arim (22), warga kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara. Ia mengalami luka memar dan lecet di tangan, khaki, dan badannya akibat tertimpa batako rumahnya yang roboh saat angin menerjang.
Selain dirinya, sang nenek bernama Halijah (80) pun turut mengalami luka ringan. Arim menceritakan saat kejadian, ia hanya berdua dengan sang nenek di rumah. Saat itu waktu menunjukkan sekita 17.40 WIB, tiba-tiba cuaca hujan deras disertai angin.
"Saya itu lagi baring di kamar, pas itu hujan, tiba-tiba angin kuat lalu atap itu bunyi, tidak lama langsung atap terbang," ujarnya.
Melihat atap rumahnya terbang secara langsung, ia pun kaget bukan kepalang. Kendati demikian di tengah kondisi gemuruh guntur dan hujan angin yang menerpa, ia masih sempat berfikir jernih.
Ia langsung menuju kamar sang nenek dan menggendongnya untuk berusaha dibawa keluar rumah.
Namun sayang, saat ia berusaha keluar dari rumahnya, dinding rumahnya yang terbuat dari batako roboh dan menimpanya yang saat itu tengah menggendong sang nenek.
"Pas saya gendong nenek, batako sebalah kiri roboh, timpa saya. Jadi saya jatuh, dan nenek pun jatuh dari gendongan," katanya.
Beruntung, walapun tertimpa batako rumah, ia dan nenek hanya mengalami luka ringan dan keduanya selamat.
Kerusakan juga terjadi pada bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 42 Pontianak Utara yang berlokasi di Kelurahan Batu Layang. Atap bangunan serta rangka atap sekolah berbentuk leter L tersebut tercabut dari bangunan utama dan terbang entah ke mana.
Kepala SDN 42 Pontianak Utara Ngatini MPd mengaku sangat prihatin atas bencana yang menimpa sekolah yang dipimpinnya itu.
Hingga kemarin ia belum bisa memastikan berapa persen kerusakan pada sekolah tersebut karena petugas gabungan masih melakukan proses pembersihan puing-puing bangunan.
Kerusakan ini menurutnya, sudah pastinya mengganggu jalannya proses kegiatan sekolah, walapun saat ini belum dilakukan pembelajaran secara tatap muka. Ia mengatakan pendaftaran siswa baru mengungkapkan sudah selesai seluruhnya.
Direncanakan pada Selasa pekan depan ia akan melakukan pertemuan dengan orangtua murid untuk membahas kegiatan belajar mengajar di era new normal. Namun dikarenakan rusaknya bangunan sekolah, maka pihaknya akan menjadwal ulang pertemuan tersebut.
"Dan untuk keadaan seperti ini (pandemi Covid-19) belum dilakukan kegiatan belajar mengajar secara langsung tatap muka. Jadi kami sesegera mungkin akan mencari solusi, agar setelah nanti ada keputusan untuk belajar tatap muka langsung sudah ada solusi," katanya.
Kapolsek Pontianak Barat AKP Eko Mardianto menyampaikan bahwa di wilayah Kecamatan Pontianak Barat terdata 101 unit rumah mengalami rusak berat, 153 unit rumah rusak sedang dan 249 unit rusak ringan. Total di Pontianak Barat sebanyak 503 unit rumah.
Sedangkan Kapolsek Pontianak Utara AKP Hery Purnomo menyampaikan di wilayahnya ada 348 bangunan yang terdampak. Rinciannya 50 unit rumah rusak ringan, 193 rumah rusak sedang dan 98 rumah rusak berat, ditambah pula 3 sekolah dan 4 rumah ibadah yang terdampak.
Ia mengungkapkan bahwa pada musibah ini pihaknya belum menemukan adanya korban jiwa. Namun sudah terkonfirmasi ada warga yang mengalami luka-luka akibat tertimpa material rumah yang roboh, akibat terjangan puting beliung.
Selain memporak-porandakan permukiman warga, terjangan angin puting beliung juga memutuskan aliran listrik di Kelurahan Batu Layang. Sejumlah tiang listrik tumbang. Kabel-kabel pun putus akibat tertimpa pohon yang tumbang diterpa angin.
Oleh sebab itu, AKP Hery mengimbau kepada warga masyarakat untuk bersabar. Karena hingga kini petugas dari PLN sedang berusaha keras untuk memulihkan aliran listrik.
Danramil Pontianak Utara, Kapten Infantri Supanggih, menyampaikan bahwa untuk membantu warga masyarakat yang menjadi korban angin puting beliung, personel TNI dari berbagai kesatuan telah diturunkan.
Bantuan Material
Berbeda dengan kepolisian, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan data baru ada 300 unit rumah di Kota Pontianak yang terdampak angin kencang di dua kecamatan tersebut.
Edi Kamtono mengatakan pemerintah kota Pontianak melalui dinas terkait akan mengirimkan bantuan material berupa seng dan kayu bagi rumah-rumah yang mengalai kerusakan.
"Mulai besok kita akan membantu seng dulu, ada juga kayu kasau untuk beberapa bangunan yang roboh," ujarnya saat ditemui awak media ketika meninjau korban di wilayah Kecamatan Pontianak Barat, Sabtu.
Pada kesempatan ini, Edi mengapresiasi warga yang sudah melakukan perbaikan rumah secara mandiri dan swadaya. Dari peninjauan ke lokasi, Edi menilai, banyak warga yang masih trauma, oleh sebab itu ia akan meminta petuga kesehatan dari Puskesmas untuk proaktif melakukan pengecekan warganya.
"Untuk kesehatan warga yang ada disini kita akan jaga, saya akan minta RT,RW dan petugas puskesmas untuk melihat kondisi warganya, kan ada yang masih trauma juga," katanya.
Terkait banguan sekolah yang turut terdampak, pihaknya masih akan melakukan pendataan terlebih dahulu, apakah material yang ada perlu diganti baru atau masih ada yang bisa digunakan.
Edi pun mengimbau agar warga masyarakat kota Pontianak tetap waspada, mengingat BMKG telah merilis bahwa hingga tanggal 24 Juli 2020 Kalbar masih akan di terpa cuaca ekstrem.
"Wilayah Pontianak barat dan Utara yang diterpa angin puting beliung ini baru kali ini terjadi, dan ini bukan jalurnya, untuk itu saya minta warga waspada, karena ini juga bisa menimpa walayah lain. Perkuat bangunan, kalau hujan jangan berteduh dibawah pohon, hindari bangunan yang ada gejala roboh," katanya.
Selain itu pihak Kodam XII Tanjungpura melalui Perbekalan dan Angkutan Kodam XII Tanjungpura (Bekangdam XII/Tpr) telah memfungsikan dapur umur untuk memasak makanan yang nantinya dibagikan ke warga yang menjadi korban angin kencang.
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/angin-puting-beliung-pontianak-ahsdx.jpg)