Hadiri Simulasi Pernikahan di Era New Normal, Wagub Kalbar: Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

Lalu pada pintu masuk disiapkan kotak untuk amplop dan daftar undangan yang hadir diisi langsung oleh pagar ayu atau yang menjaga meja tersebut.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gabungan Pengusaha Industri Pernikahan Kalbar yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (Aspedi) DPW Kalbar menggelar simulasi pernikahan di era new normal di Kapuas Palace, Selasa (14/7/2020).

Pada simulasi acara pernikahan di era new normal dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Kalbar H Ria Norsan, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, perwakilan dari Pangdam XII /TPR dan Kapolda serta tamu undangan yang ikut dalam simulasi tersebut.

Pada simulasi pernikahan di era new normal dari awal pintu masuk sudah disiapkan tempat cuci tangan dan juga pemeriksaan suhu badan, serta disiapkan pula masker untuk para tamu undangan.

Lalu pada pintu masuk disiapkan kotak untuk amplop dan daftar undangan yang hadir diisi langsung oleh pagar ayu atau yang menjaga meja tersebut.

Tips Bersepeda Aman di Masa New Normal, Penting Buat Kamu yang Suka Gowes

Setelah itu masuk pada pelaminan juga telah di tata sedemikian rupa dengan jarak kursi tamu undangan dan juga antrian makan yang juga diberi garis pembatas agar tidak terjadi penumpukan.

Pada pelaminan pengantin juga di tata dengan jarak antara pengantin dan orang tua.

Lalu untuk kedua mempelai juga menggunakan sarung tangan dan juga face shild begitu juga dengan orang tua kedua mempelai .

Para petugas juga menggunakan masker, sarung tangan.

Lalu tiap waktu tempat kursi juga disemprotkan disinfektan.

Usai melihat simulasi, Wagub Kalbar mengucapkan terimakasih kepada Aspedi yang telah mempraktekkan tentang pagelaran wedding di era new normal.

“Telah kita saksikan bersama dan tadi sudah hampir sesuai protap kesehatan seperti mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak,” ujarnya.

Ia memberikan masukan pada saat antri makanan harus diperhatikan kalau bisa menggunakan makanan kotak jasa katering dan kalau bisa diambil ketika pulang.

“Jadi Menu nya tinggal dipilih supaya tidak terjadi penumpukan pada saat antri makanan."

"Kalau seandai mau menggunakan cara tadi bisa tapi harus berikan tanda dan harus sesuai dengan tanda tersebut,” ujarnya.

Ia menyampaikan pada saat bersalaman dengan penggantin dengan salam namasite.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved