30 Rumah Rusak dan 3.563 KK Terdampak Banjir di Sintang Kalimantan Barat

Menurut data Polsek Kayan Hulu, sebanyak 3.563 kepala keluarga (KK) di 17 desa terdampak banjir.

Tayang:
Editor: Jamadin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Banjir yang merendam sejumlah desa di Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang, sudah mulai surut. Meski mulai surut, rumah warga masih terendam luapan Sungai Kayan dan Sungai Tebidah.

Hingga Minggu (12/7) pagi, debit air Sungai Tebidah dan Sungai Kayan Hulu sudah mengalami penyusutan sekitar 1 meter.

Menurut data Polsek Kayan Hulu, sebanyak 3.563 kepala keluarga (KK) di 17 desa terdampak banjir.

"Data terkini ada 17 desa terdampak dan 3.563 kepala keluarga," kata Kapolsek Kayan Hulu Iptu Sutrisno kepada Tribun Pontianak, Minggu. Selain itu, ada 30 unit rumah yang rusak akibat terendam banjir.

Menurut Kapolsek, ada 50 KK yang mengungsi di SD dan 15 KK lainnya mengungsi di Mapolsek Kayan Hulu.

Kembali Diguyur Hujan, 12 Desa di Jelai Hulu Ketapang Terendam Banjir

"Sampai saat ini debit air mengalami penyusutan sekitar 1 meter. Dimungkinkan kalau di hulu tidak hujan maka surut akan semakin signifikan. Banyak masyarakat yang rumahnya terendam banjir mengungsi di rumah kerabat dan keluarga yang tidak banjir," ujarnya.

Luapan air dari Sungai Tebidah juga berdampak ke wilayah Kecamatan Kayan Hilir. Kapolsek Kayan Hilir, Iptu Sudayat melaporkan hampir separuh wilayah kecamatan tersebut terendam banjir.

Tak hanya perumah warga yang terendam, Mapolsek Kayan Hilir, sejumlah tempat usaha dan fasilitas umum turut kebanjiran. "Perkembangan terakhir di Kayan Hilir, lebih dari separuh desa yang ada sudah terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi. Mapolsek pun terendam banjir," kata Sudayat.

Sudayat memperkirakan, setidaknya ada 21 desa tercatat sedang mengalami bencana banjir di Kayan Hilir dari Desa Lengkong Bindu, pusat kecamatan, Desa Nanga Mau sampai di Desa Nanga Tikan.

"21 desa yang terdaftar dalam pantau Polsek Kayan Hilir secara geografis berada di bantaran sungai," ungkapnya.

Beberapa ruas jalan provinsi yang ada di pusat kecamatan, juga sudah tergenang air dengan ketinggian hingga 1,5 meter. Lokasi Pasar Sentral di Nanga Mau juga lingkungan pusat perkantoran pemerintahan serta Mapolsek juga sudah terendam banjir pada Minggu pagi.

Kapolsek Kayan Hilir telah meminta personelnya melaksanakan patroli banjir di kawasan atau areal rawan banjir dalam rangka membantu warga, apabila diperlukan dapat membantu proses evakuasi. Selain juga tetap menjaga agar lingkungan tetap aman.

"Untuk sementara ini belum ada laporan kerugian jiwa akibat banjir di wilayah kayan hilir, situasi masih relatif aman dan kondusif," ujar Kapolsek.

Banjir yang merendam sejumlah desa di Kecamatan Kayan Hilir, juga membuat sejumlah warga Desa Lengkong Bindu terpaksa mengungsi. Sebagian warga desa ada bertahan di rumah yang memiliki lantai dua.

Sebagian besar mengungsi di Polindes, bekas balai desa, hingga ada yang pergi ke kebun karet yang ada di dataran tinggi. Mereka mendirikan tenda darurat dari terpal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved