Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Masih Tinggi, Ini Komitmen Wabup Hairiah

Dan berbagai upaya dari organisasi perempuan yang menyasar kelompok rentan terhadap kasus ini

TRIBUNPONTIANAK/ FILE
Wakil Bupati Sambas, Hairiah 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Wakil Bupati Sambas Hj Hairiah menanggapi tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Sambas. Ia ungkapkan, tingginya kasus tersebut, salah satunya adalah karena masyarakat sudah sadar hukum, sehingga tidak lagi diam.

Sebagaimana diketahui, dari data yang disampaikan oleh Polres Sambas, sampai dengan Juli, tahun ini Polres Sambas sudah menerimanya dan menangani 28 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak atau cabul di Kabupaten Sambas.

"Meningkatnya kasus yang ada, karena ada beberapa indikasi. Pertama karena meningkatkannya kesadaran masyarakat akan apa yang dialami, dengan setiap kasus yang terjadi mendapat respon dan empati dalam penanganan," ujar Hairiah, Senin (6/7/2020).

Januari-Juli 2020, Polres Sambas Tangani 28 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

"Sehingga ada rasa aman pada saat melaporkan kasusnya, karena fasilitas pengaduan tersedia dan responsifnya aparat penegak hukum dan tim gugus tugas penanganan kasus untuk perempuan dan anak," tutur Hairiah.

Ia ungkapkan, tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak karena banyak sebab. Salah satunya karena maraknya konten-konten berbau pornografi yang sekarang mudah di akses.

"Faktor-faktor pemicunya kasus bisa bermacam-macam, dari longgarnya pengawasan keluarga, dan masih berseliwerannya gambar dan video porno yang bisa di akses oleh anak-anak," tuturnya.

Untuk meminimalisir tingginya kasus itu, kata dia Pemkab Sambas sudah mengambil langkah-langkah strategis yang sudah dilakukan.

"Upayanya sudah ada Pusat Pelayanan Terpadu untuk Perempuan dan Anak yang jaringannya sampai ke Desa, ada Perbup tentang upaya pencegahan dan penanganan penyakit masyarakat yang kerja sama dengan Baninsa dan Babinkantibmas, tokoh masyarakat, tokoh agama," tambah Hairiah.

"Dan berbagai upaya dari organisasi perempuan yang menyasar kelompok rentan terhadap kasus ini," tegasnya.

Sukiryanto Bertemu Sutarmidji Bahas Temuan BPK dan Kelanjutan Kapuas Raya

Kedepan kata Wabup Hairiah, mereka tetap berkomitmen untuk melakukan penguatan-penguatan agar kasus ini bisa di tekan. Salah satunya adalah dengan melakukan sosialisasi.

Halaman
12
Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved