Ramai Keluhan Biaya Listrik Naik Padahal Pemakaian kWh Turun, Tak Ada Kenaikan PLN Singgung Pola 40%

Sejumlah warganet ini menyampaikan keluhannya melalui akun twitter dengan menyapa langsung Halo @pln_123.

TRIBUN/ISTIMEWA/Instagram @plnid
Tarif Listrik Terbaru di Masa Pandemi Corona 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ramai keluhan dari pelanggan PLN di media sosial mengungkapkan terjadinya kenaikan tagihan listrik padahal penggunaan kWh rendah.

Sejumlah warganet ini menyampaikan keluhannya melalui akun twitter dengan menyapa langsung Halo @pln_123.

Salah satunya disampaikan akun Twitter @PapersBoy .

"Halo @pln_123 yang terhormat. Pemakaian kWh saya bulan ini turun jauh, tapi kenapa tagihannya lebih mahal? Logikanya gimana? Harga per Kwh naik?," tanya akun Twitter tersebut.

Akun Twitter @saktimohammad juga mengeluhkan hal yang sama. 

"Hello.. yth.. @pln_123 Anda benar-benar tajam!! Tajam menaikan tagihan listrik nya!," kata @saktimohammad.

Sementara, akun Twitter @dimasdyaurr mempertanyakan cara PLN menghitung besaran tagihan. Ia juga mengalami hal yang sama, pemakaian KWH lebih rendah, tetapi tagihannya mengalami kenaikan.

Saat dikonfirmasi, Dimas mengatakan, angka pemakaian KWH meter di rumahnya lebih rendah dibandingkan bulan lalu, tetapi tagihan listriknya justru lebih tinggi. 

"Bisa dilihat dari jumlah pemakaian KWH nya, kan itu turun tapi tagihannya naik," kata Dimas saat dihubungi Kompas.com, Jumat (3/7/2020).

Dimas tak tahu apa penyebab tagihan listriknya bulan ini lebih tinggi, sementara pemakaian lebih rendah.

Mengapa Tagihan Listrik Juli 2020 Melonjak? PLN Pastikan Tidak Ada Kenaikan, Simak Penjelasan PLN

Tanggapan PLN

Vice President Public Relations PLN, Arsyadany G. Akmalputri mengatakan, PLN tidak menaikkan tarif listrik.

Lalu, mengapa ada keluhan pelanggan seperti di atas?

Menurut dia, tidak sesuainya jumlah tagihan dengan pemakaian KWH meter kemungkinan karena sisa cicilan dari tagihan bulan lalu yang belum terbayarkan.

Untuk memastikan apa penyebab sebenarnya, kata dia, perlu dilakukan pengecekan secara lebih detil.

"Kalau KWH turun, lalu tagihan naik, itu sebenarnya perlu dicek dulu di lapangan. Harus tetap dicek dahulu kronologi tracing, karena kami juga harus menjawabnya pakai data," kata Arsyadany saat dihubungi Kompas.com, Jumat (3/7/2020).

Untuk tagihan bulan Juni kemarin, PLN memberikan solusi melalui kebijakan skema perlindungan lonjakan untuk meringankan pembayaran pelanggan.

Melalui skema ini, diharapkan bisa melindungi konsumen dari kenaikan tagihan listrik akibat adanya perubahan prilaku konsumsi listrik selama PSBB. 

"Skema ini menggunakan pola 40 persen pada bulan Juni, kemudian sisanya dibayarkan secara dicicil pada tiga bulan selanjutnya yakni Juli, Agustus dan September," ujar dia.

Adapun masing-masing sebesar 20 persen dari selisih tagihan yang belum dibayarkan pada bulan sebelumnya.

Arsyadany mengatakan, untuk merespons keluhan pelanggan, PLN membuka posko pengaduan yang dapat diakses oleh masyarakat.

"Bisa melalui cal center 123 untuk kemudian akan kami lihat dan perhitungkan secara riil dengan mencocokkan ID Pelanggan," kata dia.

Editor: Madrosid
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved