KNPI Sambas Minta Pemkab Tekan Angka Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Kata dia, memberikan penyuluhan yang ada di Kecamatan bahkan sampai ke Desa masing-masing.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wakil Ketua Bidang Kajian Publik, Komunikasi dan Media, KNPI Kabupaten Sambas, Imbran. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sambas menyoroti maraknya kasus percabulan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Kabupaten Sambas.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Bidang Kajian Publik, Komunikasi dan Media, Imbran berharap pemerintah daerah melalui dinas terkaid bisa mengambil langkah-langkah antisipasi dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat Kabupaten Sambas terkait bahayanya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak khususnya bagi para pelajar dan orang tua.

Kata dia, memberikan penyuluhan yang ada di Kecamatan bahkan sampai ke Desa masing-masing.

Gubernur Sutarmidji 200-300 Kali Hubungi Kadis Kesehatan dalam Sehari Tanyakan Perkembangan Covid-19

Kata Imbran, mereka diminta untuk dapat merangkul orang tua agar dapat lebih memberikan pengawasan yang lebih terhadap anak anak mereka khususnya.

"Karna kejahatan pencabulan dan pemerkosaan ini rata-rata para pelakunya merupakan orang orang terdekat dari sang korban," ujarnya, Jum'at (3/7/2020).

Terbaru kata Imbran, kasus pencabulan yang dilakukan oleh ayah terhadap anak kandungnya sendiri. Ini menjadi sorotan tajam dari pihaknya.

"Kita prihatin di Kabupaten Sambas yang di juluki Serambi Mekahnya ini, kasus pencabulan dan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur cukup tinggi akhir-akhir ini," katanya.

"Maka di sini perlu segera kita benahi pendidikan akhlak dan moral bagi para remaja di kabupaten sambas," sambung mantan Ketua Umum IMTEK Periode 2016-2018.

Dikatakan dia lagi, agar tujuan pembenahan karakter anak bangsa itu segera dapat tercapai dengan baik.

"Kita berharap agar permasalahan ini tidak hanya diserahkan pada pihak kepolisian saja, akan tetapi semua stake holder yang terkait dapat saling berkooordinasi agar masalah ini dapat di lakukan pencegahan secara dini" tutupnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved