Virus Corona Masuk Kalbar

Gubernur Sutarmidji 200-300 Kali Hubungi Kadis Kesehatan dalam Sehari Tanyakan Perkembangan Covid-19

Menurutnya, kebijakan yang diambil berdasarkan data yang terus diupdate, akan berdampak pada efesiensi dan kecepatan dalam menangani Covid-19.

TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji berbincang dengan sejumlah pasien corona yang sembuh saat pelepasan pasien corona yang sembuh di kantor Dinas Kesehatan Provinsi Kalimatan Barat, Pontianak, Senin (18/5/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji menilai para kepala daerah harus mengetahui soal data terkait Covid-19 setiap hari.

Hal itu dikatakannya karena berpengaruh terhadap kebijakan yang diambil.

"Saya kalau satu hari menghubungi Kepala Dinkes itu WA (Whatsapp) bisa 200-300 kali, karena saya harus tahu pergerakan data itu setiap waktu," kata Sutarmidji dalam siaran BNPB, Jumat (3/7/2020).

Jika lengah sedikit saja soal data, maka akan keluar biaya yang sangat besar.

"Saya evaluasi misalnya orang yang PDP. Kalau dia tidak reaktif, kenapa distatuskan PDP? Nanti kalau dia meninggal kan heboh," katanya.

"Kalau dia Orang Tanpa Gejala (OTG), kenapa harus dirawat di rumah sakit? Isolasi mandiri saja di rumah atau di tempat yang disiapkan," lanjut Sutarmidji.

Gubernur 57 tahun itu menyebut bahwa kepala daerah yang mengepalai wilayah di Kalbar juga tetap dalam pantauannya supaya bisa sejalan.

"Kalau bupati tidak peduli, saya ngomong ke media, supaya dia dikritik masyarakat dia juga."

"Kadang ada bupati dan dokter ahli epidemiologi, tapi dia memberi edukasi yang enggak baik kepada masyarakat," katanya

"Semisal, ada pasien positif saya kunjungi, tetapi setelah 14 hari karena dia tidak lagi menjangkiti."

Halaman
1234
Editor: Wahidin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved