Pertumbuhan Ekonomi Kalbar Hanya Capai 2,9 Persen di Triwulan Pertama

Lebih lanjut Wahyu mengungkapkan di nasional saja, pertumbuhan perekonomian Indonesia lebih rendah akibat dari pandemi Covid-19.

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Kepala BPS Kalbar Moh Wahyu Yulianto 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar melalui Kepala BPS Kalbar Moh Wahyu Yulianto menerangkan kondisi perekonomian Kalbar mulai dari triwulan pertama tahun 2020.

"Pertumbuhan perekonomian kita di triwulan satu itu kurang lebih hanya 2,9 persen.

Biasanya kita berada di level empat atau lima persen," jelasnya kepada Tribun Pontianak.

Lebih lanjut Wahyu mengungkapkan di nasional saja, pertumbuhan perekonomian Indonesia lebih rendah akibat dari pandemi Covid-19.

DPRD Sanggau Bahas Empat Raperda Usulan Eksekutif

Nadiem Makarim Umumkan Prioritas Pendidikan Tahun 2021 hingga Kriteria Dana BOS dan Tambahan UKT

Menurutnya, Covid-19 ini sangat mempengaruhi segala sektor perekonomian di Kalbar.

Seperti pariwisata, perhotelan, transportasi, ekspor hingga konstruksi.

"Dengan adanya Covid-19 ini, tentu sangat berpengaruh di triwulan ke dua.

Namun, kami tidak berhak untuk memprediksi.

Kita berbicara berdasarkan fenomena yang terjadi saat ini. Kemungkinan capaiannya lebih rendah dari triwulan satu," ujarnya.

Berdasarkan survei demografi dampak terhadap Covid-19.

Di bulan Januari dan Februari, terlihat aktivitas orang-orang banyak di dalam rumah.

Bahkan, ketika di bulan Maret hingga Mei, terpantau dari titik-titik GPS semua orang sangat banyak di rumah.

"Artinya, saat di rumah menjadi tidak produktif. Kemudian perkantoran juga relatif tidak terlalu ramai," imbuhnya.

Luapkan Kekecewaan dan Nada Meninggi di Depan Menteri, Presiden Jokowi Ancam Lakukan Reshuffle

Selain itu, perubahan mobilitas penduduk berdampak pada pendapatan dan perubahan pola konsumsi.

Berdasarkan data BPS pusat, 70,53 persen responden dalam kelompok berpendapatan lebih kurang Rp 1,8 juta mengungkapkan mengalami penurunan pendapatan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved