PLN Ungkap Dampak Pemain Layangan Terhadap Pasokan Listrik SingBebas

Kota Singkawang, Bengkayang dan Sambas yang sering padam listrik disebabkan oleh layang-layang

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIZKI KURNIA
Petugas PLN Kota Singkawang saat memperbaiki jaringan listrik disalah satu tiang di Jl R.A Kartini, Singkawang, Kalimantan Barat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Pemain layangan dengan menggunakan kawat dan benang tajam mulai meresahkan, tidak hanya membahayakan warga pengguna jalan namun juga merugikan pihak lain, salah satunya PT PLN.

Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Singkawang, Robin Septavyn menuturkan permainan layang-layang berdampak serius terhadap distribusi listrik ke rumah warga di Kota Singkawang, Bengkayang dan Sambas, kerap mengalami pemadaman listrik.

“Kota Singkawang, Bengkayang dan Sambas yang sering padam listrik disebabkan oleh layang-layang,” ujar Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Singkawang, Robin Septavyn, Selasa (23/6/2020).

Robin menjelaskan untuk menekan angka gangguan listrik akibat layangan, PLN telah berkoordinasi dengan aparat terkait seperti TNI, Polri dan Satpol PP Kota Singkawang.

Tidak sampai disitu, PLN juga melakukan sosialisasi di beberapa lokasi Kelurahan dan pemukiman warga yang banyak didapati pemain layang-layang.

“Khusus untuk patroli layang-layang kami lakukan rutin setiap sore hari, menyasar titik-titik lokasi para pemain layangan, hingga malam hari juga masih kami dapati masyarakat yang bermain layang-layang yang mana layang-layang yg ditemui menggunakan tali dari Kawat," terangnya.

Menurutnya dalam mengatasi maraknya pemain layangan yang menggunakan benang tajam dan tali kawat tersebut perlu dukungan dan kerja sama aparat serta tokoh masyarakat untuk peduli dan ambil bagian dalam menertibkan pemain layang-layang agar keberadaannya tidak mengganggu kepada kita semua khususnya Jaringan Listrik PLN.

General Manager PLN UIW Kalbar Ungkap Bahaya Bermain Layangan Bisa Padamkan Listrik Dua Kabupaten

Kendati demikian, menurut Robin yang terpenting adalah kepedulian masyarakat khususnya penggemar layang-layang untuk tidak bermain dekat jaringan PLN apalagi sampai menyentuh jaringan Listrik.

"Karena hal ini juga membahayakan jiwa mereka yang bermain bisa saja terkena aliran listrik melalui benang layang-layang yang dimainkan. Saya rasa ketegasan instansi dan aparat terkait dalam menerapkan larangan bermain layangan di lokasi berbahaya sangat diperlukan," ungkapnya

Selain itu, ia mengungkapkan upaya pemeliharaan dan perbaikan jaringan listrik kerap dilakukan secara berkala untuk memastikan pasokan listrik ke rumah-rumah pelanggan aman.

“Mulai dari pemangkasan pohon milik warga, perbaikan konstruksi jaringan listrik, hingga upaya perbaikan dan pemeliharaan instalasi jaringan listrik seperti trafo dan gardu distribusi. Sebelum melakukan pemangkasan, kami akan melakukan pendekatan kepada warga minimal 1 minggu sebelumnya,” tuturnya.

Bukan hanya itu, pemeliharaan jaringan tidak hanya dilakukan pada hari kerja saja, namun juga pada hari-hari libur.

"Terutama jika terjadi gangguan seperti pohon tumbang yang menimpa jaringan, kabel yang putus, dan lain-lain yang mengakibatkan terputusnya aliran listrik ke rumah pelanggan," ujarnya.

Ia menerangkan demi layanan terbaik, pihak PLN siap melayani 24 jam apabila terjadi gangguan temporer yang mengakibatkan padam listrik atau ada potensi terjadinya gangguan listrik.

Diduga Tersengat Listrik Saat Membelit Tali Layangan Putus, Seorang Warga Kalbar Meregang Nyawa

"Pelanggan dapat menginformasikannya lewat WAG PLN Menyapa yang telah dibentuk di masing-masing Unit Layanan atau bisa juga menghubungi Contact Center PLN 123,” ujarnya.

Ia atas nama PT PLN Kota Singkawang menghimbau serta mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama menjaga seluruh asset kelistrikan agar masyarakat khususnya pelanggan PLN dapat menikmati listrik dengan aman dan nyaman.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved