Warga Masih Abai Protokol Kesehatan, Edi Kamtono: Sulit Tracing Pasien Covid-19

Memang ada penambahan kasus positif akan tetapi ada juga pasien yang sembuh

Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ SEPTI DWISABRINA
Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono saat diwawancara wartawan 

"Kita akan terus amati perkembangannya setiap waktu, apakah ada peningkatan kasus yang tajam atau masih landai saja. Kita tidak ingin kebijakan yang diterapkan kebablasan sehingga aktivitas pembatasan selama tiga bulan lalu menjadi sia-sia," ujarnya.

Menuju New Normal, BPN Kalbar Komitmen Terapkan Layanan Bebasis Protokol Kesehatan

Ia juga menilai sejak diterapkannya new normal bagi pelaku usaha Warkop, restoran dan rumah makan terdapat beberapa pelaku usaha yang sudah menjalankan protokol kesehatan. Namun banyak juga yang abai dan tidak sesuai dengan protokol kesehatan.

Seperti penyusunan kursi yang rapat antar pelanggan, tidak pakai masker, dan tidak tersedia sarana cuci tangan.

"Hal itu akan terus kita ingatkan bersama petugas kita, baik dari Pol PP, TNI dan Polri agar dapat bersabar menjalankan protokol kesehatan," ujarnya.

Minta Warga Disiplin
Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin menilai kebiasaan untuk beradaptasi dengan kebiasaan yang baru atau new normal secara bertahap harus dilaksanakan dengan disiplin oleh seluruh masyarakat di Kota Pontianak.

Menurutnya masyarakat yang disiplin terhadap protokol kesehatan akan membawa dampak positif dan memberi keuntungan bagi para pelaku usaha. Begitu juga Sebaliknya, masyarakat yang tidak disiplin justru akan membuat kerugian semakin besar.

"Kita tentu tak ingin terjadi ledakan kasus di Kota Pontianak. Mulai dilonggarkan pembatasan dengan dibolehkannya pelaku usaha kuliner dan warung kopi melayani makan di tempat harus juga dibarengi dengan rasa Disiplin menjalankan Protokol kesehatan," ujarnya Kamis (18/6).

Dirinya juga mengharapkan kesadaran bersama untuk menjalankan Protokol kesehatan di era new normal. Bukan saja bagi pelaku usaha akan tetapi masyarakat yang menjadi konsumen.

Ia menilai bahwa perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelonggaran pembatasan yang telah dilakukan bagi para pelaku usaha di Kota Pontianak, itu semua sebagai upaya pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

"Kita harus saling mengajak orang lain untuk disiplin dan kemudian mematuhi protokol kesehatan. Karena tidak bisa lagi sekarang kita memikirkan untuk diri sendiri. Jangan menganggap ringan kasus covid," ujarnya.

Satar menjelaskan bahwa pelonggaran pembatasan dan telah di new normalkanya aktivitas ekonomi merupakan kebijakan jalan tengah. Oleh karena itu masyarakat tak boleh abai dan tidak mematuhi protokol kesehatan.

"Syarat utama adalah penerapan protokol kesehatan dan disiplin diri dalam menjalankan roda ekonomi sesuai dengan anjuran pemerintah, sehingga tidak menimbulkan kerugian baru, terutama dalam aspek kesehatan," ujarnya. 

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved