BPBD Sekadau Aktifkan Pentahelix Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan
Sementara untuk jumlah armada yang dimiliki BPBD Sekadau saat ini terdiri dari 2 unit mobil pemadam kebakaran dan alat-alat pemadam kebakaran portabel
Penulis: Marpina Sindika Wulandari | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Kepala BPBD Sekadau Matius Jon harapkan pentahelix di Sekadau dapat mencegah terjadinya Karhutla di Kabupaten Sekadau, Kamis (18/6/2020)
Matius Jon menyebut saat ini BPBD Sekadau sedang berupaya mengaktifkan pentahelilx yang terdiri dari unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media untuk bahu-membahu melakukan upaya pencegahan, penyadaran dan penanganan terhadap bahayanya dampak kebakaran hutan dan lahan.
"Pencegahan dan penyadaran itulah yang sedang kita lakukan sekarang yaitu sosialisasi tentang bahaya kabut asap maupun bahaya apabila lahan dan hutan tetap dibakar dengan cara yang tidak tepat," ujarnya
• Anak Buahnya Tangkap Pengunggah Guyonan Gus Dur di Facebook, Kapolda Maluku Utara Angkat Bicara
• PROMO JSM Indomaret 19-21 Juni 2020 dan PROMO JSM Alfamart 19-21 Juni 2020, Buruan Hanya 3 Hari!
Kalak BPBD Sekadau itu menuturkan dengan adanya upaya tersebut tidak berarti bahwa masyarakat tidak boleh membuka lahan dengan membakar tetapi harus sesuai aturan yang berlaku.
Sementara untuk jumlah armada yang dimiliki BPBD Sekadau saat ini terdiri dari 2 unit mobil pemadam kebakaran, dan alat-alat pemadam kebakaran portabel.
"Tim (TRC) kita terdiri dari seluruh ASN dan honorer di BPBD, dibantu Manggala Agni, Kepolisian, TNI, dan relawan di kecamatan dan desa-desa," jelas Matius Jon.
Matius Jon menyebut saat ini sangat dibutuhkan partisipasi dari masyarakat untuk membantu mencegah dan mengatasi terjadi Karhutlah di Kabupaten Sekadau.
Lantaran keterbatasan alat pemadam kebakaran dan jumlah anggota Tim TRC di BPBD Sekadau.
• UPDATE Klasemen Liga Spanyol - Tumbangkan Valencia, Real Madrid Ancam Posisi Barcelona
"Inti daripada penanganan Karhutlah ini dari masyarakat sendiri, kalau mengharapkan petugas tidak mungkin mampu menjangkau semua pelosok Sekadau," ungkapnya.
Disamping itu, Matius Jon menjelaskan untuk wilayah gambut di kabupaten Sekadau saat ini sebanyak 7000 hektare.
Dengan jumlah titik hotspot pada tahun 2019 hanya 2 untuk wilayah bergambut.
Dirinya berharap, di tahun 2020 wilayah bergambut di Kabupaten Sekadau tidak ada lagi yang menjadi titik hotspot.
Agar dapat mengurangi potensi munculkan kabut asap di Kabupaten Sekadau.
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak