Mata Najwa
Kasusnya Melibatkan Orang Kuat Jadi Alasan Novel Baswedan Kerap Sebut Nama Presiden Jokowi
Penjelasan itu disampaikannya saat menjadi narasumber di Mata Najwa, Rabu (17/6/2020) malam.
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Penyidik KPK, Novel Baswedan menjelaskan mengapa dirinya kerap menyebut nama presiden Jokowi.
Penjelasan itu disampaikannya saat menjadi narasumber di Mata Najwa, Rabu (17/6/2020) malam.
Novel menjelaskan, negara kita adalah negara presidensial.
Artinya seluruh aparatur, itu di bawah presiden.
''Ketika melihat hal itu, sangat relevan sebetulnya saya katakan. Ditambah lagi, ini masalah sudah melibatkan orang yang begitu kuatnya,'' ungkap Novel.
Novel menegaskan, kalau tidak level presiden, dirinya tidak yakin akan bisa.
• Mengapa Hanya Matanya yang Luka Karena Air Keras? Ini Penjelasan Penyidik KPK Novel Baswedan
''Oleh karena itu wajar saya meminta ke pak Presiden,'' katanya.
Novel menyampaikan, secara pribadi, dirinya tak peduli apakah kasus yang menimpanya akan diusut atau tidak.
''Ini mau diusut atau nggak terserah. Cuman saya mau katakan bahwa, perkara serangan terhadap diri saya ini adalah perkara yang tidak berdiri sendiri,'' jelasnya.
Banyak orang-orang KPK yang diserang lebih dari 10 kasus.
''Tidak ada satupun yang diungkap. Bahkan fakta-faktanya sedemikian jelasnya,'' ungkap Novel.
Kalau begitu sudah terang-terangan, apakah memang negara ini sedang benci dengan upaya memberantas korupsi?
''Ini yang luar biasa. Makanya saya meminta kepada presiden,'' katanya.
''Saya berharap apabila presiden bersikap, sehingga akan terlihat, benar bahwa presiden ternyata mendukung pemberantasan korupsi,'' jelasnya.
''Tapi apabila beliau tidak bersikap, saya khawatir suatu saat nanti justru orang akan melihat seolah-olah presiden tak mendukung pemberantasan korupsi,'' paparnya.
• Novel Baswedan Beberkan Temuan Ombudsman Terkait Kasus Sarang Burung Walet di Mata Najwa