CARA Ular Piton Menghabisi 3 Manusia di Sulawesi! Terkam Kemudian Melilit, Seret dan Telan
Pada 2018, seorang ibu bernama Wa Tiba (54),asal Desa Lawela, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulteng, ditemukan tidak bernyawa di perut ular....
Penulis: Marlen Sitinjak | Editor: Marlen Sitinjak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Seorang pelajar SMP bernama Alfian (16) tewas karena dililit piton di Pegunungan Kahar, Kelurahan Kasipute, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Minggu (14/6/2020).
Kejadian ini mengingatkan kita kembali pada peristiwa memilukan pada 2017 dan 2018 silam, juga di Sulawesi.
Pada 2017, Akbar ditemukan tewas mengenaskan dalam perut ular di kebun miliknya, Dusun Pangerang, Desa Salubiro, Kecamatan Karossa, Senin (27/3/2017).
Kemudian pada 2018, seorang ibu bernama Wa Tiba (54),asal Desa Lawela, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, ditemukan tidak bernyawa di perut ular piton.
• FAKTA Ular Raksasa Bunuh 3 Manusia, Lilit Leher Anak SMP hingga Seorang Ibu dan Akbar di Perut Piton
Adapun kasus yang menewaskan anak SMP, Kapolsek Rumbia Iptu Muh Nur Sultan mengatakan, peristiwa itu terjadi saat lima pelajar dalam perjalanan menuju lokasi air terjun.
Secara mendadak, Alfian yang terpisah sejauh 10 meter dari empat temannya berteriak.
Teman-temannya pun langsung menuju ke lokasinya.
"Setelah tiba di tempat kejadiaan mereka melihat korban dalam keadaan terlilit ular pada bagian leher dan kepala ular menggigit pada bagian paha," kata Muh Nur dikonfirmasi, Senin (15/6/2020).
Dua teman Alfian berusaha menolong dengan memukul ular, tapi mereka malah digigit reptil itu.
Karena ular tidak kunjung melepaskan lilitannya, dua teman Alfian yang lain mencari bantuan dari warga sekitar.
Sejumlah warga kemudian datang dan membunuh ular sepanjang tujuh meter itu dengan parang.
Meski akhirnya terlepas dari lilitan ular, tapi Alfian tidak terselamatkan.
Jenazah Alfian kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.
Sedangkan dua remaja yang juga digigit ular, menjalani rawat jalan di Puskesmas.

Kronologi Lengkap
Kapolsek Rumbia Iptu Muh Nur Sultan mengatakan, kejadian berawal saat korban bersama empat rekannya hendak berwisata ke lokasi air terjun.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba korban yang terpisah dari rekan-rekannya sejauh 10 meter berteriak.
Mendengar itu, rekan korban langsung mendekati korban.
Namun, betapa terkejutnya mereka saat melihat korban sudah dalam keadaan terlilit ular piton.
"Mereka melihat korban dalam keadaan terlilit ular pada bagian leher dan kepala ular menggigit pada bagian paha," kata Muh Nur.
Melihat korban terlilit ular, dua temannya langsung berusaha menolong dengan cara memukul ular tersebut.
Namun, usaha tersebut tidak berhasil mereka malah digigit reptil tersebut.
Karena ular tidak kunjung melepaskan lilitannya, dua teman korban yang lain mencari bantuan dari warga sekitar.
Kemudian, sejumlah warga datang dan membunuh ular tersebut dengan parang.
Namun, nyawa korban tak terselamatkan.
Jenazah Alfian kemudian diserahkan ke keluarganya untuk dimakamkan.
Sedangkan dua remaja yang sempat digigit ular menjalani rawat jalan di puskesmas.
• Mengerikan, Kawanan Ular Piton Pemangsa Manusia Di Mamuju Muncul Kembali
Piton 158 Kg Telan Akbar
2017 silam, ular piton membunuh dan menelan manusia di Sulawesi.
Korbannya Muhammad Akbar ‘Salubiru” bin Muhamad Ramli (25 tahun), petani kelapa sawit di Karossa, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Akbar ditemukan tewas mengenaskan di kebun miliknya, Dusun Pangerang, Desa Salubiro, Kecamatan Karossa, Senin (27/3/2017) malam waktu setempat.
Mayat ayah dua anak ini, ditemukan dalam perut ular piton atau sanca kembang (Python reticulatus), malam hari.
“Baru satu bulan lebih diantar istrinya ke pedamalam Palopo, Luwu. Di sana tak ada sinyal,” kata Junaidi, Sekretaris Desa Salubiro.
Ular piton pemangsa Akbar, mencapai 7,1 m.
‘Mayat’ ular diukur menggunakan meteran kayu, setelah warga menghancurkan kepala ular, membelah perut dan menyamak kulitnya.
Berat ular diperkirakan mencapai 158 kg, atau nyaris empat kali lipat dari bobot Akbar.
Tinggi badan Akbar 164 cm dengan berat 62 kg.
Seorang kerabat almarhum Akbar, Mursalim (31), mengatakan ular berukuran raksasa kerap ditemukan di kawasan kebun sawit tersebut.
"Di sini memang sering ditemukan ular piton raksasa, tapi baru ini pernah kejadian telan manusia," ujar Mursalim, di Mamuju.
Pada tahun 1990-an, kata Mursalim, warga pernah menemukan ular besar di daerah tersebut.
Ketika itu, lahan sawit baru dibuka.
Berikutnya, pada tahun 2001, ditemukan ular piton raksasa sepajang sembilan meter.
Ular yang menerkam Akbar berukuran sekitar tujuh meter.
• Mamuju Ternyata Sarang Ular Terbesar di Indonesia, Ini Buktinya
Wa Tiba di Perut Piton
Setahun kemudian seorang ibu bernama Wa Tiba (54), tewas ditelan ular piton asal Desa Lawela, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.
Berdasarkan kesaksian warga setempat kala itu, Wa Tiba menuju kebunnya pada Kamis (14/6/2018) sekira pukul 19.00 WITA.
Namun tak seperti biasanya, korban tak juga pulang ke rumah hingga keesokan harinya.
Anak korban dan dibantu Polres Muna akhirnya mencari keberadaan korban.
Mereka mencari di sekitar kebun dan menemukan jejak korban.
Barang-barang yang dibawa korban saat mengecek ke kebun tergeletak di tanah.
Mereka kemudian memperluas pencarian di sekitar barang-barang korban yang tercecer.
Warga mencurigai semak-semak yang berantakan dan tampak rusak seperti bekas jejak sesuatu diseret.
Setelah beberapa jam mencari, sekira pukul 09.00 WITA warga terkejut menemukan ular sepanjang sekira tujuh meter tak bergerak.
Perut ular tersebut nampak bengkak membesar tak wajar.
Ular tersebut kemudian dibawa oleh warga menuju ke kampung.
Karena curiga, mereka kemudian membelah perut ular piton besar tersebut.
Tak disangka, dari dalam perut ular tersebut ditemukan Wa Tiba sudah tak bernyawa.
Korban tampak masih mengenakan pakaian lengkap dan terbujur kaku.
Selanjutnya korban dievakuasi oleh warga dibantu Polres Muna untuk kemudian dimakamkan. (*)