Gubernur Sutarmidji Ingatkan New Normal Jangan Sampai Kebablasan

Ia mengatakan apabila dalam menangani covid-19 saja tidak bisa berinovasi dan tidak serius apalagi untuk menghadapi new normal.

TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRI
Gubernur Kalbar, Sutarmidji saat Webinar bersama MABMKB (Majelis Adat Budaya Melayu Kalbar) by zoom dengan tema "New Normal di Kalbar dilihat dari Berbagai Perspektif," di Data Analytic Room Kantor Gubernur Kalbar, Sabtu (13/6/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tatanan kehidupan normal atau yang serung disebut New Normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

WHO menerbitkan pedoman transisi the new normal atau "tata kehidupan baru" sebelum vaksin Covid-19 ditemukan.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menjelaskan sebelum langkah pelonggaran pembatasan untuk menuju "the new normal" diterapkan jangan sampai kebablasan dan harus betul-betul dipersiapkan.

Ia mengatakan bahkan untuk sekolah yang mulai masuk ajaran baru pada 13 Juli 2020 belum tentu siap.

WHO Rilis Laporan Terkait Persiapan New Normal di Indonesia, Ingatkan 5 Poin yang Wajib Dilakukan

Ia juga berencana mau mengundurkan hingga Agustus supaya sekolah-sekolah bisa betul-betul siap.

Hal tersebut disampaikan Sutarmidji saat Webinar bersama MABMKB (Majelis Adat Budaya Melayu Kalbar) by zoom dengan tema "New Normal di Kalbar dilihat dari Berbagai Perspektif," di Data Analytic Room Kantor Gubernur Kalbar, Sabtu (13/6/2020).

Ia mengatakan untuk penyembuhan pasien Covid-19 di Kalbar.

Mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini meminta seharusnya masing-masing dinas kesehatan harus bertanya diberi apa, karena obatnya standar sama saja, yang perlu adalah menunya.

"Saya ambil contoh misalnya di rumah susun ada orang yang sudah 71 hari belum sembuh-sembuh."

"Lalu saya minta menunya apa yang diberi dan ternyata ini tidak standar dan kita ganti dengan menu yang biasa diberikan di RSUD Sudarso dan Alhamdullillah dalam waktu 1 minggu rumah susun itu bisa kosong."

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved