Virus Corona Masuk Kalbar
Tawarkan Pasien Covid-19 Ketapang Rawat di Pontianak, Sutarmidji : Semua Kasus Baru Tenaga Kesehatan
“Disini menunjukan ada kecerobohan dari tenaga kesehatan dalam mengurus pasien dan tidak menjalankan protap yang ada,” ucap Sutarmidji.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penanganan Covid-19 di Kabupaten Ketapang menjadi sorotan serius oleh Gubernur Kalbar.
Selain kasus terus meningkat dan pasien Covid-19 juga terbilang lama sembuhnya dari daerah-daerah lainnya.
Gubernur Kalbar, Sutarmidji menyebutkan penanganan disana harus diperhatikan dan ia memberkan tawaran bahwa pasien Covid-19 di Ketapang dirawat di Kota Pontianak.
Pertanyaan itu diungkapkannya saat menyampaikan adanya tambahan 25 kasus positif baru di Kalbar.
Adanya tambahan kasus terbaru sebanyak enam pasien menjadikan kasus konfirmasi Covid-19 di Kalbar sejak dari awal kemunculannya sebanyak 270 kasus.
“Hari ini ada tambahan enam kasus baru dan tersebar di beberapa daerah,” ucap Sutarmidji saat diwawancarai Tribun Pontianak, Jumat (12/6/2020).
Penularan di Ketapang dijelaskannya patutmenjadi perhatian serius.
Bukan tanpa alasan, Sutarmidji menerangkan dari enam orang kasus penularan terbaru seluruhnya tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19.
“Semua kasus baru di Ketapang ini tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19. Disini menunjukan ada kecerobohan dari tenaga kesehatan dalam mengurus pasien dan tidak menjalankan protap yang ada,” ucap Sutarmidji saat diwawancarai Tribun Pontianak.
Sutarmidji menerangkan padahal protap sudah jelas dan kasus di Ketapang malah tenaga kesehatannya terjangkit.
“Ini menunjukan penanganan pasien di Ketapang perlu di evaluasi, saya sudah tawarkan kalau ada pasien positif di Ketapang silakan bawa di Pontianak supaya kita yang tangani,” ucap Sutarmidji mencontohkan ia pernah memberikan tawaran pada Ketapang.
Tapi menurut Sutarmidji, pihak Pemda Ketapang masih merasa mampu untuk menangani sendiri.
Tapi dengan kejadinan ini dimana ada enam tenaga kesehatan yang terjangkit dan enam orang positif, Sutarmidji mengatakan bahwa menunjukan penanganan yang diisolasi perlu dievaluasi.
Bahkan saat diwawancarai Tribun Pontianak, Sutarmidji menguvapkan kata tiga kali “perlu, perlu, perlu perhatian betul dari Pemda setempat,” katanya.
Ia menambahkan tidak mengetahui kedepannyya seperti apalagi di Ketapang.