RSUD Soedarso Sudah Milki Alat Pemeriksaan TCM SARS COV-2, Ini Penjelasan Harisson

Alat ini juga digunakan untuk pemantauan pengobatan pasien terkonfirmasi covid-19

Tayang:
Penulis: Anggita Putri | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/Anggita Putri
Kadiskes Kalbar, Harisson saat ditemui di Ruang Kerjanya, Jumat (5/6/2020) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat mengatakan bahwa RSUD Soedarso sudah memiliki alat pemeriksaan TCM SARS COV-2 (COVID-19) yang diprioritaskan untuk pasien terduga terpapar Covid-19 yang dirawat di RSUD Soedarso.

Ia menjelaskan untuk pemeriksaan covid-19 dengan alat PCR atau Tes Cepat Molukuler yang sekarang sudah dimiliki oleh RSUD Soedarso itu diprioritaskan untuk mendiaknosis dari kriteria terduga covid-19 berupa PDP, atau ODP di RSUD Soedarso .

"Alat ini juga digunakan untuk pemantauan pengobatan pasien terkonfirmasi covid-19 . Baik dari pemeriksaan PCR maupun RT PCR sesuai dengan algoritma pemeriksaan yang berlaku," ujar Harisson, Kamis (11/6/2020) .

Dukung Tenaga Medis, Jasa Raharja Kalbar Saluran Bantuan Masker ke RSUD Soedarso Pontianak

Sejauh ini pihak RSUD Soedarso sudah mendapatkan bantuan dari Kemenkes berupa Kartrid untuk pemeriksaan TCM SARS COV-2 (COVID-19) yang disediakan oleh Kementerian Kesehatan sebanyak 180 pcs.

" Jadi untuk satu orang itu untuk diagonosis memerlukan dua katrid. Sampai saat ini RSUD Soedarso sudah menggunakan sebanyak 65 katrid," ujarnya .

Ia mengatakan bahwa pihak Dinkes Kalbar sudah mengajukan lagi kepada Kemenkes agar segera mengirim katrid tersebut supaya nanti pemeriksaan covid-19 di RSUD Soedarso tidak terputus.

"Jadi karena keterbatasan kapasitas sehari kita hanya bisa memeriksa 7 sampai 10 pasien. Maka alat PCR yang ada di RSUD Soedarso untuk sementara hanya digunakan untuk pasien yang dirawat di RSUD Soedarso saja," ungkapnya.

Selain itu untuk pemeriksaan TCM ini bagi pasien PDP atau kasus konfirmasi semuanya gratis karena biaya telah itanggung oleh pemerintah . 

Perhatikan Keamanan Tenaga Medis

Wakil DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Suriansyah menanggapi terkait adanya penambahan satu alat TCM SARS COV-2 (Covid-19) di RSUD Soedarso untuk pemeriksaan sampel swab Covid-19.

Ia berharap dengan adanya penambahan alat PCR ini dapat mempercepat untuk menentukan sampel swab apakah hasilnya positif atau negatif.

“Walaupun di RSUD Soedarso hanya bisa 10 sampel perhari setidaknya bisa mempercepat untuk menentukan positif atau negatif. Karena banyak keluhan pasien PDP atau orang yang dites lambat menunggu hasil swab dari RT PCR,” ujarnyanya kepada .

Ia berharap dengan ada tambahan alat ini tentunya sedikit banyak bisa mempercepat untuk menentukan hasil dari lab tersebut.

“Demikian perhitungan jumlah orang yang positif terpapar bisa lebih akurat dari sebelumnya,” ucapnya.

Ia juga meminta kepada pihak Dinkes Kalbar untuk memperhatikan keamaan dari tenaga medis dari sisi APD bisa lebih dilengkapi dan prosedur lebih diperhatikan .

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved