Breaking News:

Pemkab Kubu Raya Masih Susun Protokol Kesehatan bagi Pelaku Usaha Warkop untuk Pemesanan di Tempat

Yang paling dilema inikan warung kopi, kalau rumah makan bisa diaturlah physical distancingnya, dan orang makanpun tidak akan lama.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menuturkan bahwa, pemerintah Kabupaten Kubu Raya masih mengkaji protokol-protokol kesehatan khusus bagi para pelaku usaha warung kopi (warkop) dan kafe di Kabupaten Kubu Raya, agar dapat melayani pengunjung untuk melayani pemesanan di tempat, Selasa (9/6/2020).

"Yang paling dilema inikan warung kopi, kalau rumah makan bisa diaturlah physical distancingnya, dan orang makanpun tidak akan lama. Tetapi warung kopi ini, karena ada internet wifi, dan yang dikejarkan itu sebenarnya, orang bisa berjam-jam disana," terang Bupadi Muda Mahendrawan.

"Nah ini yang akan kita minta nanti, kalaupun warung kopi diperbolehkan, kita akan survey dulu, dan kita akan minta satu meja hanya boleh hanya dua kursi saja misalnya," tambah Muda Mahendrawan.

Muda Mahendrawan menerangkan, sebelum warung kopi diijinkan beroperasi, melalui tim bersama Satpol PP, TNI dan Polri akan bersama sama ditugaskan untuk mensurvey terlebih dahulu.

Dan nantinya dikatakan Muda, setiap pengelola warung kopi diminta untuk menandatangi pernyataan bahwa pengelola akan mentaati dan tidak akan melanggar peraturan yang telah disepakati nanti.

Bhabinkamtibmas Polsek Hulu Gurung, Polres Kapuas Hulu Gencar Sosialisasikan Protokol New Normal

"Misalnya satu meja kita mintanya hanya maksimal dua kursi. Dan nanti si pemilik pun harus tanda tangan pernyataan itu dulu. Dan mungkin jamnya juga akan kita batasi, paling mungkin jam 10 harus sudah tutup," ujar Muda Mahendrawan

Sebenarnya, Bupati Kubu Raya itu menyampaikan, keputusan pembukaan kembali dalam bidang usaha itu juga sudah dipertimbangkan, guna menumbuhkan kembali pergerakan ekonomi menuju kenormalan baru atau new normal.

"Jadi intinya kubu raya ini bukannya sudah menerapkan New Normal. Kita hanya ingin masyarakat memiliki pemahaman dulu. Konsep kenormalan baru inikan sebenarnya yang didalam pola pikir dan persepsi, bukan soal di fisik. Jadi saya kira ini pemahamannya dulu yang harus kita berikan,"

Dikatakan Muda Mahendrawan, ini bukanlah tentang masyarakat langsung bisa sebebas-bebasnya dalam menjalani kebiasaan baru.

"Kita hanya berusaha memberikan pemahaman, marilah kita biasakan kebiasaan baru seperti penggunaan masker, hindari kerumunan, jaga jarak, cuci tangan," imbuhnya.

"Jadi ini bukan berarti kita seperti melepaskan masyarakat sebebas-bebasnya, justru dengan peraturan Bupati itulah yang nanti akan bisa dipedomani kita semua," tukasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Penulis: Muzammilul Abrori
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved