63 Rumah Warga di Selimbau Dapat Program BSPS 

"Masih banyak rumah tak layak huni yang harus diperhatikan pemerintah, terutama rumah di daerah danau," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Sahirul Hakim
PROGRAM BEDAH RUMAH - Salah satu rumah warga yang mendapatkan program bedah rumah di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Jumat 26 September 2025. Dimana saat ini Pemerintah Pusat kembali menebarkan program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), yang mana sekarang ini mulai berjalan pada bulan Agustus 2025 kemarin. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUASHULU - Pemerintah Pusat kembali menebarkan program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), yang mana sekarang ini mulai berjalan pada bulan Agustus 2025 kemarin.

Termasuk wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, juga mendapatkan jatah program bedah rumah tersebut, namun tidak semua desa atau kecamatan yang dapat.

Sekretaris Camat Selimbau, Ramli menyampaikan, bahwa untuk daerahnya mendapatkan 63 bedah rumah yang terdiri dari 28 unit untuk Desa Gudang Hulu dan 35 unit Desa Piasak Hulu.

"Insya Allah bulan depan, hingga Desember 2025 program BSPS ini sudah berjalan," ujarnya, Jumat 26 September 2025.

Ramli mengaku bersyukur, daerahnya mendapatkan perhatian dari Pemerintah Pusat, berupa program BSPS ini, meskipun masih banyak rumah RTLH yang masih harus dibenahi pemerintah.
 
"Masih banyak rumah tak layak huni yang harus diperhatikan pemerintah, terutama rumah di daerah danau," ungkapnya.

Terpisah, Camat Badau, Pane Pasogit, menjelaskan wilayahnya mendapatkan juga program BSPS ini.

"Untuk alokasi perdesa tidak ada kemarin dijelaskan. Sesuai dengan usulan, Desa Seriang mendapatkan 16 KK dan Desa Tajum 31 KK," ujarnya.

Baca juga: Pemerintah Belum Fungsikan Terminal Barang Internasional di PLBN Badau 

Dijelaskan juga, dana yang didapatkan 1 rumah /KK Rp 20 juta terdiri dari material dan upah tukang.

"Sekarang masih dalam tahap penyelesaian proposal dari tim BSPS, mungkin awal Oktober dana sudah cair, dan sudah bisa mulai pembangunan," ucapnya.

Camat juga merasa bersyukur wilayahnya dapat program BSPS, karena program ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat, untuk memperbaiki rumah tidak layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Jadi program ini sangat membantu, dan meringankan beban ekonomi masyarakat, serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan.

"Ketersediaan program ini juga menambah kelengkapan upaya pemerintah daerah dalam menyediakan rumah yang lebih layak huni bagi warganya," ungkapnya.

Sementara itu, Camat Putussibau Utara, Yohanes Telajan, menyampaikan, Kecamatan Putussibau Utara tahun 2025 ini tidak ada dapat bantuan BSPS

"Tetapi untuk kegiatan RTLH dari Anggaran DAU Pemda Kapuas Hulu melalui Dinas Perkim tahun 2025 ini ada dapat bantuannya," ungkapnya.

Camat Jongkong, Yeddy Surahman, menyatakan untuk Kecamatan Jongkong, hingga hari ini pihaknya belum mendapatkan informasi terkait BSPS.

"Langsung saja ke PUPR atau ke sekretariat daerah untuk informasi jelasnya. Kami juga saat ini masih pendataan RTLH setiap tahunnya. Masih proses pendataan di masing-masih desa," ungkapnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved