Virus Corona Masuk Kalbar
Warga Binaan Lapas Kelas II B Singkawang Produksi Masker untuk Cegah Covid-19
Hal ini merupakan salah satu upaya pencegahan Covid-19 di masyarakat yang dilakukan Lapas Kelas II B Singkawang.
Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Tetap produktif, berberapa warga binaan permasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas II B Singkawang produksi masker kain di dalam Lapas.
Kepala Lapas Kelas II B Singkawang Febie Dwi Hartanto melalui Kasi adm Kamtib Lapas Kelas II B Singkawang, Rahman menuturkan kegiatan produksi masker tersebut dilakukan oleh WBP.
Hal ini merupakan salah satu upaya pencegahan Covid-19 di masyarakat yang dilakukan Lapas Kelas II B Singkawang.
"Kami di Lapas, baik petugas dan WBP pun tetap peduli akan kesehatan masyarakat di luar dengan produksi alat pelindung diri (APD) berupa masker."
• Bupati Melawi Diduga Tertular Virus Corona Covid-19 dari Menantu yang Cuti Melahirkan di Jakarta
"Masker yang diproduksi kemudian distribusikan ke masyarakat secara cuma-cuma," ungkap Rahman kepada wartawan Tribun, Selasa (2/5/2020).
Rahman menuturkan seharinya WBP dapat menyelesaikan masker antara 10 hingga 20 buah.
Hal itu merupakan jumblah produksi sebatas keahlian dari berberapa WBP yang telah dilatih menjahin oleh petugas Lapas.
"Jadi total yg telah kami bagikan ke masyarakat sudah ad sekitar 325 buah masker yang kami distribusikan ke masyarakat secara bertahap," ungkapnya.
Ia menerangkan pembagian masker dimulai sejak tahap pertama pada Hari Bakti Pemasyarakatan ke 56 pada 27 April lalu.
Dan hingga saat ini kegiatan produksi dan distribusi masker masih terus dilakukan.
Selain itu, dalam upaya pencegahan Covid 19, Lapas Kelas II B Singkawang juga terapkan protokol kesehatan yang diberlakukan di dalam Lapas.
Dari hasil peninjauan Tribunpontianak, telah tersedia wastafel portabel beserta sabun cuci tangan di berberapa titik di Lapas.
Tepat di pintu Lapas bagian dalam terdapat kipas angin berukuran besar yang menyemprotkan cairan disinfektan.
Kemudian ketika hendak masuk, petugas Lapas juga melakukan pengecekan suhu dan melakukan pendataan.
"Protokol kesehatan ini tentunya berlaku untuk semua, termasuk petugas, dan kita semua harus menggunakan masker," ungkap Rahman.