Breaking News:

Jelang New Normal, Ini Imbauan Kepala Kemenag Kalbar Terhadap Pengurus Rumah Ibadah

Namun ia mengimbau masyarakat untuk patuhi panduan kegiatan keagamaan yang di keluarkan Menteri agama dan serta tetap mengacu protokol kesehatan

Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HAMDAN DARSANI
Kakanwil Kemenag Kalbar, Ridwansyah, saat dijumpai di ruang kerjanya 

TRIBUNPONTIANAk.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalbar H Ridwansyah mengapresiasi kebijakan Gubernur Kalbar H sutarmidji yang sinergi dengan edaran dari Menteri Agama RI terkait pelaksanaan kegiatan keagamaan di rumah ibadah seiring wacana penerapan new normal.

Pihaknyapun mengimbau masyarakat untuk mematuhi panduan kegiatan keagamaan yang dikeluarkan Menteri Agama, serta tetap mengacu protokol kesehatan dalam melaksanakan kegiatan ibadah keagamaan.

"Kebijakan pak Gubernur Kalbar ini selaras dengan panduan kegiatan keagamaan kementerian Agama, yang surat edaranya terbit pada Jumat kemarin,"kata Kepala kanwil Kemenag kalbar H Ridwansyah pada Sabtu (30/5/2020)

Maka lanjutnya pihaknya berharap dan mengimbau masyarakat untuk mematuhi segala aturan pemerintah dan mengacu protokoler kesehatan. 

Terkait Penerapan New Normal, Ini Masukan PGI Wilayah Kalbar Terhadap Pemerintah

Terkati aturan tersebut, pihaknya pada  Selasa (2/6) nanti akan ditindak lanjuti dan segera jajaran akan mendistribusikan panduan kegiatan keagamaan ke masyarakat dan pengurus rumah ibadah.

Seperti diketahui Menteri Agama Fachrul Razi menerbitkan panduan tentang kegiataan keagamaan di rumah ibadah di masa kenormalan baru atau new normal pandemi Covid-19.

Salah satu aturan dalam Surat Edaran Nomor 15/2020 itu mewajibkan rumah ibadah memiliki surat keterangan aman dari Covid-19.

"Rumah ibadah yang dibenarkan untuk menyelenggarakan kegiatan berjamaah atau kolektif adalah yang berdasarkan fakta lapangan serta angka r-naught/RO dan angka effective reproduction number/RT, berada di kawasan atau lingkungan yang aman dari Covid-19," kata Fachrul dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/5/2020).

"Hal itu ditunjukkan dengan Surat Keterangan Rumah Ibadah Aman Covid dari Ketua Gugus Tugas provinsi, kabupaten, kota, kecamatan sesuai tingkatan rumah ibadah dimaksud," kata dia.

Fachrul mengatakan, surat keterangan akan dicabut jika pada kemudian hari ditemukan kasus penularan Covid-19 di lingkungan sekitar rumah ibadah.

Surat keterangan juga dapat dicabut jika dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan tidak mengikuti protokol kesehatan Covid-19. ‎(*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved