Presiden China Disebut Diktator yang Gugup, Mantan Gubernur Ingatkan Bahaya Masa Depan Hong Kong

Patten juga mengingatkan bahwa langkah yang diambil Xi akan membuat bahaya masa depan Hong Kong sebagai pusat keuangan di ujung tanduk

AFP / ALEXEY NIKOLSKY
Xi Jinping, Presiden China. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LONDON - Mantan Gubernur Hong Kong, Chris Patten angkat bicara perihal kisruh yang tengah melanda wilayah yang pernah di pimpinnya tersebut.

Ia pun angkat bicara dan memberikan penilaian terhadap Presiden China, Xi Jinping yang disebut sebagai seorang 'diktator' yang gugup.

Xi Jinping dinilai sangat gugup dengan posisi Partai Komunis China sehingga mempertaruhkan perang dingin baru.

Patten juga mengingatkan bahwa langkah yang diambil Xi akan membuat bahaya masa depan Hong Kong sebagai pusat keuangan di ujung tanduk.

China Murka, Sebut Keputusan Amerika Serikat sebagai Tindakan Paling Biadab dan Tak Tahu Malu

Chris Patten memang seorang gubernur terakhir yang ditempatkan Inggris, di Hong Kong.

Perilah tindakan keras Beijing, di Hong Kong dinilai Patten sebagai sebuah tindakan yang berisiko memicu arus keluar modal dan orang-orang dari Hong Kong yang menyalurkan sebagian besar investasi asing ke daratan China.

"Kami telah lama melewati tahap di mana tanpa menginginkan perang dingin lainnya, kami harus bereaksi terhadap fakta bahwa Xi Jinping sepertinya menginginkannya sendiri," kata Patten, dikutip Kontan dari Reuters.

Penilaian Patten yang menyebut Xi Jinping sebagai seorang diktator yang 'gugup' mengaku pada posisi Partai Komunis di Tiongkok.

Hal itu dilnilai setelah mengkritik penanganan awal wabah virus corona dan dampak ekonomi dari ketidaksetujuan perdagangannya dengan Amerika Serikat (AS).

"Salah satu alasan Xi Jinping memunculkan semua perasaan nasionalis tentang Hong Kong ini, tentang Taiwan dan tentang masalah-masalah lain, adalah bahwa ia lebih gugup daripada pejabat mana pun yang mengizinkan posisi Partai Komunis di China," katanya.

Halaman
123
Editor: Haryanto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved