Virus Corona Masuk Kalbar

Dinas Pendidikan Kalbar Perpanjang Masa Belajar di Rumah Bagi Siswa SMA Sederajat

Namun berdasarkan arahan dari Gubernur Kalbar serta hasil kordinasi dengan instansi terkait masa belajar siswa kembali diperpanjang sampai 20 Juni.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat, Suprianus Herman. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat kembali memperpanjang masa belajar siswa SMA, SMK, SLB Negeri dan Swasta untuk kembali belajar di rumah sampai pada 20 Juni 2020.

Lalu akan dilanjutkan dengan libur semester atau libur akhir tahun pelajaran mulai dari 20 Juni sampai 11 Juli 2020 dan akan belajar kembali pada Senin 13 Juli 2020.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, Suprianus Herman mengatakan bahwa sebenarnya masa belajar siswa di rumah sampai 30 Mei 2020 .

Namun berdasarkan arahan dari Gubernur Kalbar serta hasil kordinasi dengan instansi terkait masa belajar siswa kembali diperpanjang sampai 20 Juni.

Dinas Pendidikan Kayong Utara Perpanjang Masa Belajar di Rumah Mulai 2 Juni Hingga 20 Juni 2020

Hal tersebut telah dimuat dalam surat edaran yang telah dikeluarkan oleh Disdik Kalbar pada Jumat 29 Mei 2020.

“Dalam surat edaran tersebut juga telah disampaikan bahwa masa belajar dari rumah jika pandang perlu akan dievaluasi kembali dengan memperhatikan perkembangan penyebaran Covid-19 khususnya di Kalbar,” ujarnya, Jumat (29/8/2020).

Selian itu agar para siswa maupun guru selalu memperhatikan protokol pencegahan penularan covid-19.

Terutama menerapkan social distancing, tidak keluar rumah, dan selai menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Kadisdik Kalbar menambahkan bahwa terkait sistem belajar dari rumah masih sama yakni menggunakan daring.

Sedangkan untuk ajaran baru tetap akan dimulai pada 13 Juli 2020 sesuai kalender akademik pendidikan.

“Jadi harus di bedakan pengertian mulai belajar dengan model belajar. Karena kalau mulai belajar, bisa dari rumah masing-masing dan bisa juga tatap muka,” jelasnya.

Pada Surat Dikbud Provinsi berlaku khusus untuk SMA dan SMK Negeri dan Swasta se-Kalbar dan memang dikeluarkan berdasarkan hasil kajian dari gugus tugas atau Dinkes serta arahan dari Gubernur Sutarmidji.

“Para siswa tetap harus jaga kesehatan, dan menerapkan pola hidup sehat seperti makan-makanan yang sehat , olahraga, keluar rumah memakai masker, dan hindari kerumunan,” pungkasnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Anggita Putri
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved