BAHAYA di Balik Bulu Lembut Kucing, Jika Lalai Bisa Berakibat Fatal
Bulu yang lembut, tingkah laku manja dan imut, juga kemampuan memburu tikus mungkin jadi sebagian alasan orang menyukai kucing.
Ini berdasarkan perkiraan waktu telur akan menetas, dan tidak berpotensi menghasilkan telur baru.
"Kalau misalnya disuruh balik lagi 3 minggu kemudian, tapi kita baru datang obati lagi di 4-5 minggu kemudian, yah telur ada lagi (kutu keburu bertelur sebelum pengobatan). Oleh karena itu, ikuti anjuran dokter dengan tepat waktu," jelasnya.
Pada masa pengobatan, Yeremia menyarankan, untuk menjaga kucing berelasi dengan kucing lainnya yang berpotensi menularkan kutu.
Bahkan, jika memiliki lebih dari satu peliharaan kucing, akan lebih baik pemeriksaan dilakukan pada seluruh kucing.
Ini penting agar pengobatan benar-benar efektif, jika tidak hanya akan membuat siklus berulang penularan kutu antar kucing.
Tak cukup hanya pada hewan, lingkungan rumah juga perlu dibersihkan karena kutu kucing biasanya juga terdapat di sana.
Pembersihan kutu di lingkungan rumah dapat dilakukan menggunakan produk insektisida.
"Jaga-jaga sekalian di lingkungannya, misal di rumah pada sudut-sudut rumah, juga di sela-sela sofa itu bisa ada (kutu)," katanya.
• Kampus Bebas Kucing Jadi Kontroversi, ITS Berikan Klarifikasi Minta Masyarakat Tak Salah Paham
Pinjal kucing
Pinjal kucing (Ctenocephalides felis) adalah satu jenis pinjal yang paling umum ditemukan di dunia.
Sesuai namanya, pinjal kucing merupakan parasit pada kucing yang hidup dari menghisap darah.
Meskipun demikian, pinjal kucing relatif tidak berbahaya jika dibandingkan dengan pinjal tikus karena jarang membawa agen penyakit.
Ciri-ciri umum
Seperti jenis pinjal lainnya, pinjal kucing memiliki bentuk tubuh pipih vertikal dan berwarna cokelat kemerahan atau cokelat kehitaman.
Pinjal kucing juga tidak memiliki sayap, tetapi memiliki kaki belakang yang kuat sehingga mampu melompat dan berlari melewati rambut pada permukaan tubuh kucing.