KHAZANAH ISLAM

Lafal Niat Puasa Syawal yang Dilakukan Siang Hari, Puasa Sudah Bisa Dimulai Senin 25 Mei

Umat Muslim di sana mentradisikan puasa Syawal berurutan mulai 2 Syawal dan diakhiri dengan ritual kupatan pada 7 Syawal malam.

Editor: Marlen Sitinjak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENDRO
Ilustrasi | Lafal Niat Puasa Syawal yang Dilakukan Siang Hari, Puasa Sudah Bisa Dimulai Senin 25 Mei. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Niat puasa Syawal selama enam hari mulai 2 Syawal secara berurutan hingga 7 Syawal maupun tak berurutan asal masih Syawal, telah diajarkan para ulama berdasarkan tuntunan Rasulallah Muhamad SAW.

Tahun ini 2020/1441 H, puasa Syawal bisa dimulai pada hari Senin 25 Mei.

Di sejumlah daerah seperti Pulau Madura, Jawa Timur (Jatim), umat Muslim di sana mentradisikan puasa Syawal berurutan mulai 2 Syawal dan diakhiri dengan ritual kupatan pada 7 Syawal malam.

Berikut dalil, niat, dan keutamaan melaksanakan Puasa Syawal.

Jadwal Puasa Syawal - Lafadz Niat Puasa Syawal | Keutamaan Puasa Syawal Dapat Pahala 1 Tahun

Perintah melakukan puasa Syawal disebutkan dalam hadits Abu Ayyub Al-Anshari r.a., Nabi SAW.,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

"Nabi Muhammad SAW bersabda "Barangsiapa berpuasa penuh di bulan ramadan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan syawal, maka pahalanya seperti berpuasa selama satu tahun" (HR. Muslim)

Dilansir dari artikel Tribunnewswiki berjudul "Puasa Syawal", terdapat beberapa keutamaan bagi umat Islam yang menjalankan puasa 6 hari di bulan Syawal.

Salah satu keutamaan yang dapat diraih adalah melakukan puasa Syawal selama 6 hari diibaratkan dengan melakukan puasa setahun penuh.

Niat Puasa Senin Kamis Saat Momentum Hari Raya dan Deretan Manfaat Luar Biasa Berpuasa

Sebagaimana yang telah diriwayatkan dalam hadits Ibnu Majah yang menyatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, pernah bersabda:

“Barangsiapa berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Idul Fitri, maka ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh.

Karena siapa saja yang melakukan kebaikan, maka akan dibalas sepuluh kebaikan semisal.” (HR. Ibnu Majah no. 1715. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Selain dihitung melakukan puasa selama setahun penuh, melaksanakan 6 hari puasa di bulan Syawal dinilai penting untuk menutupi kekurangan di bulan Ramadhan.

Ini karena meskipun kita telah menahan diri pada bulan suci Ramadhan, sebagai manusia tentu tak luput dari kelalaian dan kesalahan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved