Ramadhan 2020

MUTIARA RAMADHAN - Ramadan dan Pendidikan Keluarga

Ramadhan1441 tahun ini terasa berbeda. Kita berpuasa di tengah mewabahnya pandemi Virus Corona Disease (Covid-19).

Aspari Ismail SPdI MPd
Aspari Ismail SPdI MPd 

Banyak tokoh yang top, dikagumi banyak orang di luar rumah, tapi tiba-tiba menjadi sangat biasa bagi anggota keluarganya di rumah.

Seberapapun tinggi sebuah prestasi anggota keluarga, bisa terlihat sebagai soal yang biasa-biasa saja.

"Virus biasa" ini akan mengancam kehidupan rumah tangga. Suami menjadi biasa di mata istri. Istri menjadi biasa di mata suami.

Anak biasa saja di mata orangtua. Orangtua biasa di mata anak-anaknya. Karena semua terlihat biasa, makin lama nilainya merosot menjadi kebosanan yang bermuara para keretakan rumah tangga.

Sukses mengatasi ancaman rutinitas akan mendatangkan hasil menakjubkan.

Senafas dengan refleksi Pri GS, ada tulisan Jamil Azzaini di laman websitenya berjudul Semua Berawal dari Rumah juga mengingatkan para orangtua tentang pentingnya rumah.

Perlu dipahami, kata Jamil Azzaini-- bahwa pendidikan terbaik itu berawal dari rumah.

Saat di sekolah, biarkan anak memperoleh pendidikan akademik tetapi setibanya di rumah arahkan ia memperoleh pendidikan kehidupan langsung dari orang tuanya.

Jamil menasihati agar para orangtua mesti memiliki tiga keterampilan kunci dalam membina rumah tangga.

Kecakapan memberi nasehat, konsistensi memberi teladan, dan kesediaan untuk selalu mendengar.

Saat anak menghadapai berbagai persoalan, rumah adalah tempat menemukan solusinya.

Saat anak-anak galau, rumah adalah tempat untuk mengusir kegalauan itu.

Saat anak-anak bersedih, rumah adalah tempat menumpahkan air mata sebanyak-banyaknya.

Saat ia berprestasi, rumah adalah tempat yang paling prestisius untuk merayakannya.

Rumah bukan hanya tempat menginap dan berteduh. Rumah adalah tempat pendidikan terbaik bagi anak-anak kita.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved