Ramadhan 2020
MUTIARA RAMADHAN - Aktor Terbaik di Panggung Ramadan
Hakikatnya, bulan Ramadan adalah panggung kebebasan bukan panggung pengekangan.
Rahnang SPdI MPdI
Dosen IAIN Pontianak
HAKIKATNYA, bulan Ramadan adalah panggung kebebasan bukan panggung pengekangan.
Di mana setiap manusia diberikan kebebebasan untuk mengekspresikan kebaikan-kebaikan sesuai dengan tuntunan syariat.
Oleh karena itu, kehadiran bulan Ramadan selalu ditunggu-tunggu oleh kaum muslimin bahkan oleh kaum nonmuslim lainnya.
Apa yang membuat bulan Ramadan ditunggu-tunggu?
Alasan yang mendasar karena pada bulan Ramadan semua orang akan berlomba-lomba berbuat kebaikan atau kebajikan terhadap Allah SWT (pencipta), terhadap manusia, terhadap makhluk lainnya dan terhadap alam sekitarnya.
Jauh sebelum tiba Ramadan, semua orang akan mempersiapkan/merancang kebaikan-kebaikan yang akan dilakukan baik kebaikan pengetahuan, spiritual, sosial, ekonomi, dan kesehatan.
Bulan Ramadan adalah panggung pertunjukan drama bagi para aktor. Drama yang dimaksud adalah berbuat, berlaku, bertindak, atau beraksi. (Herman J Waloyo, Yogyakarta, 2002: 2).
Sedangkan istilah drama dalam bahasa Arab yaitu “tamtsil” yaitu perumpamaan atau gambaran yang dapat mengingat pada sesuatu yang pernah terjadi, sedang terjadi, atau akan terjadi dalam kehidupan yang nyata, kemudian dimunculkan kembali untuk dijadikan pembelajaran/acuan ke arah yang lebih baik. (Ahmad Warson al-Munawir, Surabaya: 1997: 1310).
Pemahaman drama di atas berlandaskan pada firman Allah SWT. dalam Q.S. Al-Baqarah: 183. Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan bagimu berpuasa sebagaimana diwajibkan bagi orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Pemenang Ramadan merupakan aktor terbaik yang memperoleh gelar takwa. Sedangkan syarat untuk menjadi aktor Ramadan adalah wajib beriman (percaya/meyakini) kepada Allah SWT sebagai Sang Kholiq seperti para aktor pemenang Ramadan sebelum-sebelumnya berdasarkan ketentuan-ketentuan, yaitu beragama Islam, berakal, balig, suci, dan lain-lainnya.
Orang yang berhak menjadi peserta Ramadan dalam konteks ini disebut aktor atau yang lebih dikenal dalam Bahasa Arab sebagai shoim yang berarti pemeran/pelaku yang mampu menahan diri selama di atas panggung (bulan Ramadan ) sesuai dengan skenario yang telah tentukan oleh syari’at Islam (Alquran dan Hadits).
Selanjutnya, baik tidaknya peran para aktor Ramadan berdasarkan dari pengetahuan dan pengalaman obeservasi (didengar, dilihat, dirasakan) yang diperoleh.
Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh para aktor untuk menjadi peserta panggung Ramadan, yaitu: Pertama adalah kemampuan acting.
Aktor Ramadan yang baik adalah aktor yang mampu berakting sesuai dengan tuntutan skenario utama, yaitu berperan sebagai ahlu shiyam/ahlu shoum yang mampu menahan diri dari makan, minum, dan bersetubuh sejak terbit fajar hingga matahari terbenam sesuai dengan limit waktu yang telah ditetapkan.