Doa Ziarah Kubur NU dan Tata Cara Ziarah Kubur Saat Momen Idul Fitri
Berdoalah hanya kepada Allah SWT bukan kepada orang yang sudah meninggal.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pelaksanaan ziarah kubur bukan hal yang tabu lagi dilakukan oleh masyarakat Indonesia, terutama sebelum menyambut Idul Fitri.
Bahkan sudah menjadi tradisi Umat Muslim Nahdatul Ulama yang selalu dilakukan setiap menyambut bulan baik.
Seperti bulan Ramadhan, Idul Fitri atau setiap pekannya pada Kami sore yaitu memasuki malam jumat.
Sehubungan dengan tradisi tersebut juga didasari dari anjuran Rasulullah SAW.
Mengingat banyak hikmah yang terkandung di dalamnya.
• HIKMAH RAMADAN - Ustaz Zein Mukhsin LC: Bersihkan Harta dengan Zakat
Salah satu hikmah berziarah kubur adalah untuk mengingatkan kita akan kehidupan akhirat yakni sebuah fase masa depan yang keabadiannya kekal. Dengan begitu kita tidak lantas merasa senang dengan kehidupan duniawi.
Rasulullah SAW bersabda:
إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمْ الْآخِرَةَ
Artinya: "Dulu aku melarangmu melakukan ziarah kubur. Sekarang, lakukanlah ziarah kubur, karena akan mengingatkan kalian terhadap akhirat." (HR. Muslim).
Ziarah kubur diperbolehkan sepanjang tidak mengundang kesyirikan.
Berdoalah hanya kepada Allah SWT bukan kepada orang yang sudah meninggal.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ
Artinya : "Sesungguhnya Allah tidak akan memberi ampun terhadap dosa syirik kepada-Nya dan Dia akan memberi ampun terhadap dosa lainnya yang berada di bawah tingkatannya bagi siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya." (QS. An Nisaa ayat 116)
Dikutip dari berbagai sumber termasuk dari bimbinganislam.com Doa ziarah kubur dan adabnya?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ziarah-kubur3.jpg)