Virus Corona Masuk Kalbar
Pesan Warga Pontianak yang Sembuh dari Corona Covid-19: Jangan Sampai Kalian Masuk Ruang Isolasi
Mulai dari situlah mereka yang ikut dalam rombongan dilakukan rapid test.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Total delapan pasien kasus positif virus corona Covid-19 di Kalbar dinyatakan sembuh.
Delapanpasiem yang sembuh dari Covid-19 sudah dibolehkan pulang, bahkan langsung dilepas Gubernur Kalbar, Sutarmidji di Aula Dinkes Kalbar, Senin (18/5/2020).
Para pasien yang telah sembuh akan tetap di rumah dan tidak dianjurkan beraktivitas di luar selama 14 hari kedepan.
Satu diantara pasien yang telah dinyatakan sembuh H, bersyukur akhirnya dinyatakan negatif Covid-19.
H menceritakan, sebelum dinyatakan positif Covid-19 dirinya pernah mengikuti perjalanan ke Kapuas Hulu.
• Terjadi Penambahan Hasil Reaktif Rapid Test di Ketapang, Dinkes Masih Tunggu Hasil Swab
Sepulang dari Kapuas Hulu, ada rekannya dalam rombongan yang meninggal dunia dan dinyatakan konfirmasi Covid-19.
Mulai dari situlah mereka yang ikut dalam rombongan menjalani tes cepat atau rapid test.
''Ternyata ada 18 orang diambil sampel pada 19 Maret di RSUD Soedarso dan menunggu hasil selama 14 hari dan disuruh istirahat di rumah,” ujarnya.
Setelah hari ke 16, dirinya dinyatakan positif kasus konfirmasi Covid-19.
H langsung dibawa rumah isolasi khusus, tepatnya pada 23 April 2020.
Selanjutnya pada 28 April 2020 diambel smpel untuk pemeriksaan lab.
Hasil pemeriksaan sampel pertama, dirinya masih dinyatakan positif.
“Lalu lanjut lagi dilakukan isolasi sampai 26 hari. Selama 26 hari disana barulah kami mendapatkan kabar bahwa kami sudah dinyatakan negatif dari hasil Swab RT PCR dari RS Untan dan Jakarta ,” jelasnya.
• Update Data Covid-19 Kayong Utara, Selasa (19/5/2020): OTG Turun Jadi 14 Orang
''Jadi hari ini dipulangkan karena sudah dinyatakan sembuh dan bisa pulang kerumah berkumpul dengan keluarga,'' ceritanya.
Selama menjalani isolasi, ia mengaku mendapatkan pelayanan yang sangat bagus dari tenaga kesehatan.
Menurutnya, kegiatan rutin setiap pagi pada pukul 10.00 selalu diadakan senam dan makanan yang diberikan juga sehat.
Saat isolasi, H menceritakan, dirinya juga tidak pernah nonton tv.
''Itu menjadi kunci dan memang saya memilih untuk menenangkan diri,” ujarnya.
H juga memilih untuk memperbanyak ibadah.
“Setiap saya sujud saya selalu berdoa untuk cepat selesai waktu isolasi ini. Jadi bukan sedih gimana ya. Jadi memang ada pelajaran berharga,” ujarnya.
Dirinya bahkan sudah satu kali khatam dan saat ini sudah kembali membaca Al Quran hingga juz dua.
H menceritakan, saat menjalani isolasi, dirinya mendapat kabar duka bahwa mertuanya meninggal dunia.
Walaupun ada fasilitas untuk pergi melayat mertuanya, H memilih untuk tidak pergi karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan di masyarkaat.
Kabar bahagianya, H kini mendapatkan seorang cicit.
Namun dirinya tidak bisa hadir menemani sang cucu saat proses cicitnya lahir ke dunia karena sedang isolasi.
Saat ini cicitnya sudah berusia 24 hari dan H mendapat kesempatan memberi nama untuk cicitnya.
“Jadi cucu saya sudah dapat anak dan kebetulan kemarin saya yang kasi nama untuk cicit saya,” ujarnya.
H mengatakan, virus Covid-19 harus dilawan sekuat tenaga. Harus dibawa gembira, jangan sampai dibawa susah.
Setelah dinyatakan sembuh, dirinya mengingatkan agar jangan sampai orang lain masuk ruang isolasi seperti dirinya.
“Jangan sampai kalian terjebak dan masuk ruang isolasi seperti saya . Kalau di penjara masih bisa dijenguk. Kalau di ruang isolasi tidak bisa samasekali tidak boleh dijenguk,” pungkasnya. (*)