Human Interest Story

Perempuan dalam Pusaran Pengelolaan Sumber Daya Alam

Cerita tentang kaum perempuan yang tak mendapatkan ruang berekspresi, kerapkali menari dalam benak.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/WWF-Indonesia
Kaum Ibu di Desa Tanjung sedang belajar memanfaatkan lahan secara efektif dan efisien melalui pendekatan pertanian sayuran organik. 

Padahal prinsip-prinsip keadilan gender, sejatinya menjadi prioritas dalam konteks pembangunan.

“Sejumlah fakta menyebutkan bahwa kaum laki-laki mendominasi laku hidup sehari-hari. Bahkan, berorganisasi pun melulu yang berperan adalah laki-laki. Padahal, posisi kaum perempuan itu sangat penting,” kata Uray Muhammad Hasbi, Muller Schwaner Arut Belantikan Landscape Coordinator WWF-Indonesia, Selasa (19/05/2020).

Beranjak dari pengalaman itu, kata Hasbi, dibuatlah kelompok khusus kaum perempuan.

Melalui kelompok ini mereka bisa berbagi informasi satu sama lainnya.

Informasi yang diperoleh kemudian dengan cepat dapat sampai kepada suami dan anak di rumah.

Mereka juga bisa belajar banyak hal. Dari kerajinan, tata kelola kelompok, sampai tata cara berkomunikasi yang baik.

Padahal, kaum Ibu ini adalah orang-orang yang sangat tertutup.

Lambat laun, kelompok tersebut telah membuka cakrawala berpikir mereka.

Belajar dari hal-hal kecil seperti membuat kue atau pupuk kompos, dan pengembangan perkebunan sayuran organik.

Bagi Hasbi, perempuan adalah simbol kehormatan, juga keagungan.

Halaman
1234
Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved