Virus Corona Masuk Kalbar

Korwil KSBSI Sebut THR Ringankan Beban Pekerja Sambut Hari Raya di Tengah Pandemi Covid-19

Namun dimasa pandemi Covid-19 ini, bagaimana pihak perusahaan mencari cara agar hak pekerja tetap dibayar.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
SERAH - Penyerahan bantuan secara simbolis diserahkan kepada setiap perwakilan dari serikat buruh yang ada di Kalbar yang diserahkan oleh Kadisnakertrans Provinsi Kalbar, BPJS Kesehatan Provinsi Kalbar, dan BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Kalbar di Aula Kantor Disnaker Provinsi Kalbar, Senin (18/5/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Koordinator Wilayah (Korwil) Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Suherman mengatakan bahwa para pekerja yang di rumahkan juga berhak mendapatkan THR.

Namun dimasa pandemi Covid-19 ini, bagaimana pihak perusahaan mencari cara agar hak pekerja tetap dibayar.

Hal tersebut berdasarkan surat edaran Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor M/6/HI.00.01/V/2020 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2020 di Perusahaan Dalam Masa Pandemi virus corona.

Dalam surat edaran tersebut menyatakan bahwa pembayaran THR memang diwajibkan, tetapi pembayarannya dengan sistem boleh mencicil atau 50 persen sebelum lebaran, dan 50 persen setelah lebaran.

“Kami merasakan bahwa tujuan THR ini sebenarnya adalah untuk meringankan pekerja atau buruh disaat hari raya Idulfitri. Tetapi kalau kita paksakan ini menjadi sebuah dilema karena disaat pandemi Covid-19,” ujarnya.

BREAKING NEWS - Pasien Reaktif Corona Meninggal Dunia di RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau

Ia mengatakan memang apabila tidak ada pandemi Covid-19, para perusahaan memang diwajibkan tujuh hari sebelum lebaran sudah harus selesai semua pembayaran THR untuk para pekerja.

“Tapi disaat sekarang ini melihat perusahaan merumahkan karyawannya karena tidak ada aktivitas dan juga sistem perdagangan yang sedang sulit sebab adanya pandemi Covid-19 dan dilakukan lockdown. Kita juga harus memahami,” jelasnya.

Ia mewakili Serikat Pekerja Buruh se-Kalbar berharap perusahaan yang mampu jangan menjadikan pandemi Covid-19 sebagai alasan untuk tidak membayar THR, tetapi bayarkan lah pada saat sebelum hari raya.

“Kalau memang terkait kondisi perusahannya tergantung bagaimana melakukan negosiasi dari serikat pekerja dan karyawan. Sehingga kalau tidak tercapai otomatis bagaimana mencapainya supaya ada solusi karena kondisi saat ini tidak bisa saling menyalahkan,” jelasnya.

Tapi bagi perusahaan yang masih berjalan tetap harus wajib membayar THR. Dari pantauannya ada beberapa perusahaan perkebunan seperti di Kubu Raya sudah memberikan THR 100 persen.

“Kami juga membuka posko untuk pemantauan pembayaran THR sejak H-7 sampai H+7 lebaran dan nanti akan di kompilasi mana perusahaan yang sudah dan belum membayar THR.

53 Personel Polres Sanggau Lakukan Rapid Test Cegah Penularan Virus Corona

“Pendataan akan dilakukan melalui cabang-cabang yang ada di kabupaten kota,” pungkasnya.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved