Wabah Virus Corona

Pandemi Corona Belum Usai, Muncul Wabah Lain hingga 30 Juta Manusia Terancam Alami Kelaparan Massal

Melansir Daily Star pada Minggu (17/5/20), sebuah skenario mengerikan yang disebut 'Locust-19', di Afrika Timur tampaknya adalah masalah yang serius

Editor: Dhita Mutiasari
AFP
Ilustrasi Belalang berkerumun di atas ibukota Yaman beberapa waktu lalu. Pandemi Corona Belum Usai, Muncul Wabah Lain hingga 30 Juta Manusia Terancam Alami Kelaparan Massal 

Meskipun penambahan kasus baru setiap harinya telah mengalami penurunan secara umum, tetapi kasus-kasus infeksi masih terus dikonfirmasi.

Hingga Senin (18/5/2020) pagi melansir dari Worldometer, jumlah total infeksi virus corona di dunia adalah sebanyak 4.798.134 (4,8 juta) kasus. Dari jumlah tersebut, telah terjadi 316.507 kematian.

Sementara itu, 1.855.076 (1,8 juta) pasien telah dinyatakan sembuh.

Adapun jumlah kasus aktif hingga kini adalah sebanyak 2.626.551 (2,6 juta) kasus dengan 2.581.733 (2,6 juta) pasien gejala ringan dan 44.818 pasien gejala serius.

Hampir semua negara besar, seperti Amerika, Inggris, Italia, mengalami masalah yang sama dalam menghadapi Covid-19.

Namun, ternyata Covid-19 hanya sebuah masalah kecil, ada sebuah negara di dunia yang dirundung masalah lebih luar biasa dari Covid-19.

Negara-negara yang tepatnya berada di benua Afrika ini justru mengalami musibah yang lebih mengerikan daripada Covid-19.

Dokter Spesialis Paru Ingatkan Resiko Reinveksi dan Reaktivasi kepada Penyintas Corona

Melansir Daily Star pada Minggu (17/5/20), sebuah skenario mengerikan yang disebut 'Locust-19', di Afrika Timur tampaknya adalah masalah yang lebih serius dari Covid-19.

Bagi masyarakat Afrika wabah ini telah menyebar sejak akhir tahun 2019 dan masih berlanjut hingga saat ini.

Ironisnya, karena wabah ini hanya dialami oleh negara di benua hitam, nyaris informasinya tidak terekspos oleh dunia, dan sedikit mendapat perhatian.

Menurut laporan wabah ini berasal dari jutaan belalang yang melakukan migrasi dari negara ke negara lain.

Hal ini diperburuk dengan mewabahnya Covid-19 yang juga sudah mulai masuk ke Afrika.

Menurut keterangan, belalang agresif ini merusak tanaman di Somalia, Ethiopia, Kenya, Uganda dan Sudan Selatan pada bulan Januari.

Wabah ini diperkirakan akan menyebabkan 30 juta manusia akan mengalami kelaparan massal di Afrika akibat kekurangan pangan yang dirusak oleh belalang.

Gelombang belalang kedua telah bergerak dan menimbulkan kekacauan antar negara, dampaknya lebih besar daripada Covid-19.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved