JaDI Kalbar: Pilkada Semestinya Mundur

Penyelenggara harus mempertimbangkan secara cermat dan detail aspek kesehatan dan keselamatan semua pihak yaitu pemilih, peserta pemilihan.

TRIBUPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Ketua KPU Kalbar Umir Umi Rifdiawaty 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Komisi II DPR bersama dengan Menteri Dalam Negeri dan Komisi Pemilihan Umum telah menyepakati tanggal pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 pada 9 Desember 2020.

Menyikapi hal tersebut, Presedium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Kalbar, Umi Rifdiawaty menilai pilihan keputusan tersebut tetap memiliki risiko karena mengasumsikan bisa dijalankan dengan catatan atau sepanjang darurat wabah Corona berakhir sesuai masa tanggap darurat yang diputuskan BNPB, yaitu sampai dengan 29 Mei 2020.

"Semestinya jadwal pilkada dipilih durasi waktu yang relatif lebih panjang sehingga bisa memadai dari sisi persiapan dan tidak berisiko terjadinya penundaan-penundaan kembali," kata mantan Komisioner KPU Kalbar ini, Kamis (14/5/2020).

Dua Warga Positif Covid 19, RT 9 Desa Pangkalan Sambas Kena Karantina Wilayah

Sambas Siap Berlakukan Jam Malam, Bupati Pimpin Rapid Test Warga Desa Pangkalan

Menurutnya, jika masih dilaksanakan pemilihan di tengah pandemi Covid-19, maka penyelenggara harus mempertimbangkan secara cermat dan detail aspek kesehatan dan keselamatan semua pihak yaitu pemilih, peserta pemilihan, termasuk penyelenggara. 

"Karena di tengah upaya memutus rantai penyebaran Covid-19, langkah-langkah menjaga jarak sosial dan jarak pribadi menjadi upaya yang utama. Mengingat belum ditemukannya secara persis vaksin penawar virus ini," tukas Umi.

Terlebih, menurut Umi, dalam perppu yang baru dikeluarkan presiden sendiri telah mengatur jika pilkada yang direncanakan pada Desember bisa kembali ditunda.
"Bahkan jika dianggap perlu bisa saja pelaksanaan pemungutan suara pada Desember 2020

sebagaimana diatur dalam Perppu 02 Tahun 2020 dipertimbangkan untuk diusulkan penundaan kembali, dengan pertimbangan bahwa kesehatan dan keselamatan semua pihak menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian masa berakhirnya pandemi Covid-19 ini," paparnya.

Dukungan PKS

Satu di antara peserta pemilu mendukung agar pilkada 2020 yang awal direncanakan Desember ini kembali ditunda. Hal ini penyusul pandemi covid 19.

Halaman
12
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved