Breaking News:

Pantau Pos di Batas Sambas Singkawang, Bupati Sambas: Pelintas Wajib Pakai Masker

Yang ingin kita pastikan adalah, mereka sehat, dan wajib pakai masker.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Sambas
PANTAU - Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili saat melaksanakan pemantauan di pos pantau Semelagi, Kecamatan Selakau. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili memastikan kondisi penjagaan di pintu-pintu batas Kabupaten sambas semakin diperketat.

Di antaranya adalah pintu masuk Kabupaten Sambas dari arah kota Singkawang pada pos pemantauan di Desa Semelagi, Kecamatan Selakau.

Pada saat memantau aktivitas di Pos Semelagi, Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili, bersama Kepala Dinas Kesehatan dr Fatah Maryuniani, unsur TNI Polri, Sat Pol PP dan Dinas Perhubungan, melakukan pengetatan pengawasan di titik tersebut.

Ditegaskan dia, semua yang akan masuk wilayah Kabupaten Sambas, melalui pintu-pintu masuk seperti pintu masuk Selakau-Singkawang, Aruk dan Biawak, maupun Subah-Bengkayang, harus memperhatikan protokol kesehatan.

"Yang ingin kita pastikan adalah, mereka sehat, dan wajib pakai masker. Setiap pelintas yang tidak pakai masker, terhitung hari-hari ke depannya ini, kami perintahkan kembali, sudah pakai masker, baru kita perbolehkan masuk," ujarnya, Senin (11/5/2020).

Anda Mau Bebas dari Covid-19? Lakukan 4 Cara Ini

Atbah menegaskan, sebagai langkah keseriusan Pemda dalam melawan pandemi Covid-19, Pemda telah memperketat kewaspadaan dan peningkatan kedisiplinan penanganan Covid-19.

Dimana ia meminta masyarakat wajib menggunakan masker dan tidak terkecuali untuk mereka yang akan masuk ke Kabupaten Sambas.

Bahkan kata Bupati, H-10 dan H+7 Idul Fitri, akses masuk ke Kabupaten Sambas mengalami perubahan protokol.

"Kami mengingatkan, wajib masker, dan jelang idul fitri dan setelahnya, tepatnya H-10 dan H+7 lebaran, bagi warga di luar Kabupaten Sambas yang akan melakukan kunjungan ke Kabupaten Sambas, akan melalui tahapan rapid test," tegas Bupati.

Yang juga perlu menjadi perhatian, kata dia adalah jika hasil rapid test reaktif.

Karenanya ia memastikan langsung akan mengisolasi pasien yang reaktif di Rumah Sakit Pratama, Desa Puringan Kecamatan Teluk Keramat.

"Pemda Kabupaten Sambas, mengimbau agar lebih baik tetap di rumah. Bagi warga luar Kabupaten Sambas, komitmen untuk mengunjungi Kabupaten Sambas, wajib kita rapid test, hasil reaktif, langsung kami isolasi," tegasnya.

Ia pun mengimbau, jika tidak ada keperluan yang mendesak diluar lingkungan rumah, warga diminta untuk tetap di rumah saja.

Bisnis Travel Sepi Akibat Covid-19, MS Nekat Jadi Kurir Sabu Seberat 1 Kg

Dengan menerapkan stay at home atau berdiam di rumah saja, telah membantu dan memberikan kontribusi pencegahan penyebaran Covid-19.

"Ini lah kondisi wabah, banyak hal yang menjadi tidak nyaman bagi kita, ekonomi lumpuh, aktivitas pendidikan, pemerintahan terkendala," katanya.

"Dari sekarang, kita harus berkomitmen untuk turut serta ambil bagian memutus mata rantai penyebaran wabah ini. Yakni minimal terapkan hidup sehat dan tetap dirumah," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved