Bagaimana jika Perusahaan Tak Mampu Bayar THR? Ini Solusi Menaker Ida Fauziyah

Apalagi, saat ini tanah air sedang menghadapi pandemi wabah virus corona atau Covid-19 sehingga kemungkinan kondisi perusahaan kesulitan.

Istimewa via manado.tribunnews.com
Ilustrasi THR 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Sebagian karyawan atau buruh perusahaan mungkin ada yang was-was terkait kejelasan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR).

Apalagi, saat ini tanah air sedang menghadapi pandemi wabah virus corona atau Covid-19 sehingga kemungkinan kondisi perusahaan juga sedang mengalami kesulitan.

Pertanyaannya adalah bagaimana jika perusahaan tak mampu membayar THR?

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah memberikan solusi jika kondisi itu terjadi.

Hal itu perihal menjelaskan Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HI.00.01/V/2020 Tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2020 di Perusahaan Dalam Masa Pandemi Covid-19.

THR Karyawan Boleh Dicicil atau Ditunda, Presiden KSPI Ambil Sikap Tegas Ini

Ida menerangkan jika perusahaan tidak mampu membayar THR pada waktu yang ditentukan, solusinya hendaknya diperoleh melalui dialog antara pengusaha dan pekerja atau buruh.

Namun, Ida memberikan catatan terhadap perusahaan jika memang benar-benar tak mampu membayarkan THR.

Ia meminta pengusaha harus membuka secara transparan kondisi keuangannya berdasarkan laporan keuangan internal perusahaan dan segera mendialogkan secara bipartit.

“Dengan membuka ruang dialog, maka pengusaha dan pekerja mencari jalan bersama antara bagaimana mengatasi pembayaran THR ini,” kata Ida dalam keterangan pers dilansir dari Kompas.com, pada Sabtu (9/5/2020).

Ia menyebutkan, ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan jika kondisi iru terjadi.

Halaman
12
Editor: Haryanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved