Human Interest Story
Pemuda Menyurai Galang Dana Bantu Keluarga Tenaga Cleaning Service yang Positif Corona
Persepsi itu lah yang coba dibangun oleh sekelompok anak muda yang tinggal di Menyurai, Kecamatan Sintang.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Jarak fisik menghadapi pandemi corona memang harus dilonggarkan, tapi tidak dengan ikatan sosial.
Persepsi itu lah yang coba dibangun oleh sekelompok anak muda yang tinggal di Menyurai, Kecamatan Sintang.
Mendengar kabar tetangganya terkonfirmasi positif corona, Erik dan Edi, anak muda lingkungan Menyurai berinisiatif menggalang donasi dengan membentuk grup 'Menyurai Peduli Covid-19'.
Grup yang dibuat mendadak itu, untuk menggalang bantuan dari warga untuk meringankan beban keluarga Cleaning Service yang harus menjalani isolasi khusus lantaran terpapar virus dari orang yang dirawatnya.
• Pemuda Dayak Kalimantan Barat Dipercaya Pemprov Kalbar untuk Menyalurkan Bantuan Sembako
Ada 27 orang anak muda yang tergabung dalam grup.
Total bantuan terkumpul: Uang tunai Rp. 2.675.000, beras 15 kilogram, dan sejumlah barang perlengkapan kebersihan rumah tangga.
Bantuan yang terkumpul, selain dari warga Menyurai, ada pula dari para donatur dari luar.
“Sebagian uang diserahkan secara tunai sebesar Rp. 1.500.000,- selebihnya diwujudkan dalam bentuk sembako,” kata Marselinus Edi, koordinator Menyurai Peduli Covid-19.
Sebelum menyerahkan bantuan, terlebih dahulu Erik dan kawan-kawan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan.
"Tadi kita juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan mengenai penyerahan bantuannya. Puji Tuhan sudah diterima oleh keluarga yang bersangkutan," kata Edi.
Edi, cukup mengenal Cleaning Service berusia 27 tahun yang terkonfirmasi positif corona.
Perempuan itu, tidak hanya pahlawan kemanusiaan yang mendedikasikan hidupnya merawat pasien corona hingga terpapar virus yang sama.
Lebih dari itu, dia juga pahlawan bagi kedua anak, dan ibunya.
“Dulu kami sering melintas depan rumah mereka, terutama kalau musim kemarau, waktu pergi mancing."
"Dia ini seumuran adik saya. Kasihan dengar dia malah tertular corona di sana (rumah sakit). Dia begitu berdedikasi pada pekerjaannya,” ujar Edi.
Kediaman Cleaning Service cukup jauh. Letaknya, di cabang Sungai Kapuas dan Kebiau. Untuk menjagkaunya, dibutuhkan waktu 30 menit berjalan kaki melewati kebun karet dan semak kemunting.
Jalan setapak ini pula yang saban hari dilewati Cleaning Service tersebut berjalan kaki selama 1,5 jam ke rumah sakit untuk membantu para petugas kesehatan merawat pasien corona rujukan dari Kabupaten Sanggau.
"Kami harap sumbangan ini bisa bermanfaat untuk mereka selama beberapa bulan ke depan sampai si ibu bisa bekerja seperti sedia kala."
"Kita juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur baik yang anak lingkungan sini dan juga bantuan yang dari pihak luar,” kata Edi.
Tokoh masyarakat Menyurai, Kusnidar memberikan apresiasi terhadap kepedulian pemuda menyurai yang sudah menunjukan empati dan solidaritas terhadap keluarga pasien corona.
Sejak awal, kata Kusnidar warga yang tinggal Menyurai mendukung upaya pemerintah menanggulangi Covid-19.
"Di lingkungan dalam gang sendiri pun tidak ada penolakan terhadap keluarga terdampak, justru saling menjaga seperti yang dilakukan anak-anak muda Menyurai ini," katanya. (*)
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak