Marijan Sampaikan Program Salju Turunkan Angka Kasus AKI-AKB dan Stunting

Menurut Marijan, program unggulan yang dijalankan inipun selaras dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat

Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK/MUZAMMILUL ABRORI
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Marijan SPd MKes saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Kubu Raya, pada Rabu (18/3/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya Marijan bersyukur, melalui program inovasi dalam sektor kesehatan bernama Selasa-Jumat (Salju) Terpadu dapat menembus sepuluh besar nasional ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2020.

Menurut Marijan, program unggulan yang dijalankan inipun selaras dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk mengejar percepatan peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan upaya pencapaian 12 indikator Standar Pelayanan Minimal di bidang kesehatan

Dirinya berterima kasih kepada bupati, wakil bupati, dan sekretaris daerah yang dinilai sangat mendukung program Salju Terpadu.

Dikatakannya, kehadiran Salju Terpadu dapat memenuhi harapan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang optimal.

Kubu Raya Masuk Nominasi PPD 2020, Bupati Muda: Ini Kado di Tengah Pandemi

Karena dengan kunjungan proaktif setiap Selasa dan Jumat, pihaknya mampu menekan dan menurunkan angka kasus AKI-AKB dan stunting.

Terlebih dengan dukungan fasilitas kendaraan operasional petugas kesehatan puskesmas.

“Di masa pandemi virus corona ini, dengan adanya motor operasional kami yakin dan mampu meminimalkan penyebaran wabah ini dengan melakukan pemantauan secara berkala terkait daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP),"

"Sehingga kita bisa menekan adanya Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di daerah ini. Kondisi ini bukan karena kebetulan, tapi mungkin Allah Taala ingin menunjukan kalau program inovasi pak bupati ini hadir untuk menangani Covid-19 atau virus corona," sebutnya.

Marijan menegaskan, program Salju Terpadu terasa semakin kontekstual dengan kondisi pandemi virus corona saat ini. Di mana tenaga kesehatan telah terlatih untuk melakukan aktivitas di lapangan bersama unsur terkait lainnya.

"Jadi tidak perlu panik karena kami sudah terbiasa melakukan langkah-langkah terpadu di lapangan bersama kader-kader kesehatan, aparat desa, dan TNI/Polri. Sehingga koordinasinya sudah terbentuk sebelumnya dan di saat ada kondisi pandemi saat ini segala sesuatunya bisa lebih cepat dan inisiatifnya juga bergerak spontan serta sigap di lapangan," tegasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved