Virus Corona Masuk Kalbar

Ini Imbauan Presiden MADN Cornelis Kepada Masyarakat Adat Dayak di Tengah Pandemi Covid-19

Presiden MADN berharap kepada masyarakat adat Dayak untuk bisa menahan diri,

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Presiden MADN Drs Cornelis MH menyampaikan beberapa pesan kepada masyarakat adat Dayak di tengah pandemi Covid-19. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Drs Cornelis MH yang juga Anggota Komisi II DPR RI, menghimbau kepada masyarakat terutama masyarakat adat Dayak untuk mentaati apa yang sudah diimbau atau aturan-aturan yang telah dikeluarkan oleh Presiden Republik Indonesia.

"Bahwa pada saat ini kita mengalami bencana Nasional dalam menghadapi wabah Corona Virus Disease (COVID-19) yang berjangkit begitu cepat oleh manusia, dari manusia yang satu ke manusia yang lain, Jadi saya harapkan masyarakat kita mentaati apa yang sudah menjadi anjuran pemerintah yang telah ditetapkan seperti berdiam diri di rumah, tidak mengumpulkan orang banyak dan pada saat ini masyarakat tidak melaksanakan gawai-gawai saat wabah COVID-19 ini belum selesai," terang Cornelis pada Senin (26/4/2020).

Lanjut dia, menurut penjelasan Menteri Dalam Negeri pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Mendagri, KPU, DKPP, Panwaslu beberapa waktu yang lalu, ada 208 Negara yang terjangkit oleh Corona Virus Disease (COVID-19).

"Presiden RI telah memperkirakan wabah ini akan mereda pada akhir tahun ini, supaya jangan berkelanjutan penyebarannya ini atau masyarakat yang terjangkit, sekali lagi saya anjurkan untuk melaksanakan anjuran pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini," terang Cornelis.

Soal dan Jawaban TVRI SMA Kelas 10 11 & 12 Selasa 28 April 2020, Matematika Eksponen dan Bentuk Akar

Presiden MADN berharap kepada masyarakat adat Dayak untuk bisa menahan diri, tidak melaksanakan gawai-gawai atau pesta, jika memang sudah terjadwalkan mohon di tunda terlebih dahulu, serta tidak pergi ke daerah-daerah yang rawan, selain dari pada itu masyarakat yang datang dari daerah-daerah rawan atau Zona merah segera melaporkan diri kepada Posko Penanganan Covid-19 baik posko di Desa, Kecamatan atau pun Kabupaten.

"Karena situasi ini kita tidak tau kapan berahirnya, apalagi sekarang ada tanda-tanda atau orang tanpa gejala (OTG) tertular COVID-19, hal ini yang membuat pemerintah sulit untuk menanganinya, sehingga kita tidak perlu pergi ke daerah-daerah yang rawan atau zona merah dan termasuk tidak melaksanakan gawai," tegas Cornelis.

Ia juga mengatakan pemimpin-pemimpin kita baik dari ketua RT, Kadus, Kades, Camat, Kepala Daerah di semua tingkatan dan Presiden atau pun Kepala Negara di seluruh dunia ini sulit dalam menghadapi situasi yang tidak punya kepastian ini.

"Mari kita bersama-sama mentaati aturan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah yang dikenal dengan protokol COVID-19 supaya dilaksanakan dan di patuhi, kalau tidak di patuhi akan semakin banyak korban, karena apapun yang dilakukan oleh pemerintah tanpa dukungan masyarakat akan sia-sia," tutup Cornelis. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

--

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved