Wabah Virus Corona

Kematian Melonjak Drastis saat Wabah Corona, 10.000 Mayat Negara Ini Dimakamkan di 'Pulau Kematian'

Sekitar 10.000 mayat yang tidak diakui akan dikuburkan tahun ini di sebuah pulau di New York yang disebut 'pulau kematian'.

Editor: Dhita Mutiasari
AFP
Batu putih menandai situs pemakaman di lapangan Potter di Pulau Hart. Kematian Melonjak Drastis saat Wabah Corona, 10.000 Mayat Negara Ini Dimakamkan di 'Pulau Kematian' 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Peningkatan kasus virus Corona di dunia hingga saat ini nyaris menyentuh angka 3 juta jiwa.

Jumlah pasien terinfeksi corona di dunia, hingga Minggu (26/4/2020) pukul 10.01 WIB mencapai 2.921.201 kasus.

Dari 2,92 juta orang yang positif terinfeksi Covid-19, 203.289 pasien meninggal dunia dan 836.970 dinyatakan sembuh.

Terdapat 210 negara dan wilayah di seluruh dunia yang telah melaporkan Covid-19.

Amerika hingga saat ini masih menempati peringkat pertama negara dengan jumlah kasus infeksi virus Corona terbanyak di dunia.

Angka ini mengemuka setelah Amerika Serikat mencatat jumlah kematian yang melampaui 54.256 jiwa  dua kali lipat dari jumlah kematian Italia (26.384) yang menempati peringkat dua dalam daftar negara dengan angka kematian terbanyak.

Pandemi covid-19 tentu bukan satu-satunya penyebab kematian beberapa waktu terakhir.

Kematian karena sebab lainnya tetap terjadi.

Dinyatakan Meninggal Karena Covid-19 dan Telah Dikremasi, Wanita Ini Tiba-tiba Bangun di Rumah Sakit

Namun, di tengah pandemi  covid-19 ini, jumlah kematian tampaknya melonjak drastis.

Seperti yang terjadi di New York Serikat ini.

Sekitar 10.000 mayat yang tidak diakui akan dikuburkan tahun ini di sebuah pulau di New York yang disebut 'pulau kematian'.

Sekitar 10.000 mayat yang tidak diklaim akan dimakamkan tahun ini di Pulau Kematian, New York
Tangkapan layar The sun
Melansir The Sun (26/4/2020), Sekitar 10.000 mayat yang tidak diklaim akan dimakamkan tahun ini di Pulau Kematian, New York
Jumlah yang ada disebut 10 kali lipat dari jumlah yang biasa dibawa ke pulau kematian itu, yaitu Pulau Hart, garis depan yang suram dalam perang Amerika melawan virus corona.

Melinda Hunt, presiden The Hart Island Project , yang membuat katalog setiap korban yang dikubur di sana, mengatakan, "Saya belum pernah melihat yang seperti ini (pembantaian)."

Aturannya, mayat yang tidak diklaim oleh direktur pemakaman pribadi dalam waktu 15 hari akan memenuhi syarat untuk dimakamkan di pulau itu.

Dalam pemakaman di Pulau Hart, akan ditulis sebuah nama atau keterangan 'tidak dikenal' bersama nomor kuburan. Keterangan itu akan ditulis dengan spidol permanen pada tutup peti.

Pulau kematian ini sendiri telah digunakan untuk penguburan selama 151 tahun.

Para tahanan Pulau Hart mengubur orang-orang Bowery dalam peti mati kayu yang diracun dengan meminum alkohol kayu
Para tahanan Pulau Hart mengubur orang-orang Bowery dalam peti mati kayu yang diracun dengan meminum alkohol kayu (The sun).
Itu dimulai dari peristiwa Perang Saudara pada 1860-an hingga flu spanyol pada 1918 dan endemi AIDS pada 1980-an.
Saking meningkatnya kebutuhan pemakaman, pengurus sampai kewalahan.
Di tengah pandemi Covid-19,  ada mayat mencapai 10 kali lipat dari jumlah yang biasa dibawa ke pulau kematian
 
The sun
Di tengah pandemi Covid-19, ada mayat mencapai 10 kali lipat dari jumlah yang biasa dibawa ke pulau kematian
15.300 orang telah meninggal dan rumah sakit menggunakan truk pendingin untuk menyimpan mayat di New York.
Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved