Mutiara Ramadan
Ramadan Jadi Penguatan Batin di Tengah Hiruk Pikuk Pandemi Covid-19
Syarif, kedudukan bulan Ramadhan bagi umat Islam sangat penting oleh karena di dalamnya diwajibkan kepada orang-orang beriman
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Madrosid
Batin itu adanya merasa dalam hati. Imam al-Gazali menguraikan bahwa maksiat atau dosa-dosa itu ibarat nuktah-nuktah hitam di muka cermin.
Hati seperti cermin yang bisa menangkap dan memantulkan cahaya. Jika cermin dipenuhi nuktah hitam, maka cermin itu tertutup dan oleh karenanya cerimin tidak bisa memantulkan cahaya.
Hati tempat batin merasa dan bersuara kebenaran. Batin kita itu berupa dzat atau rasa yang dianugerakan oleh Allah. Batin inilah yang disebut nikmat.
Jika kita melemahkan potensinya untuk menyuarakan keimanan berupa kebenaran di dalam hati dengan maksiat atau perilaku dengan hawa bafsu, maka lemahlah batin ini.
Karenanya kata Syarif, Ramadhan ini menjadi momen penting yang disediakan oleh Allah untuk mukmin menarik pedal atau rem perilaku supaya tidak terus terlena mengadaptir diri kepada hawa nafsu.
Jika dapat kita berperilaku demikian maka batin kita akan kembali dapat bersuara yang benar. Batin ini walau suaranya tidak kita perdulikan, ia tetap aktif menjalankan tugasnya yaitu mencatat semua apa yang kita lakukan. Apakah yang kita lakukan itu berupa kebaikan maupun berupa keburukan.
Jika kita ingin bukti, kata Allah “Baca kitab/catatanmu, cukup hari ini dirimu sendiri dapat menghisab dirimu” (Qs. al-Isrâ’/17:14). Artinya kita dapat membaca jejak laku kita di dalam dada sana.
Walaupun perbuatan kita itu tidak ada orang lain yang mengetahuinya. Tapi batin di dalam dada sana tetap mengetahui. Dengan lantang dan gamblang alias terang benderang kita dapat membacanya.
Bersyukurlah kita yang masih dikaruniai umur memasuki Ramadhan tahun ini. Artinya kita masih diberi kesempatan untuk peduli menguatkan batin kita kembali.
Apalagi dalam kondisi permukaan bumi yang sedang ditimpa musibah seperti saat ini. Penguatan batin adalah bentuk balancis tangkal covid-19.
Kita sangat menghargai dan sangat berterima kasih kepada pemerintah dan semua kalangan yang telah menuntun ikhtiar kita secara syariat. Ikhtiar syariat ini wajib kita dukung dan ikuti.
Sekalian Ramadhan ini kita melengkapi ikhtiar balancis berbasis batin. Saat kita lengkapi ikhtiar kita, saatnya kita teguhkan tawakkal kita. InsyaAllah kita akan jadi orang-orang yang diselamatkan oleh Allah Swt. Amin ya Karim. (One)