'Selamatkan Bumi Dari Rumah' Jadi Tema Yayasan Palung Peringati Hari Bumi Sedunia

Cerita pilu yang ia alami hingga saat ini tak kunjung berhenti menerpa dan mendera.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA/Yayasan Palung
Ajakan Yayasan Palung dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia Tahun 2020. 

Citizen Reporter,

Yayasan Palung - Petrus Kanisius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Setiap tanggal 22 April selalu diperingati sebagai hari bumi. Peringatan hari bumi selalu diingatkan tentang nasib bumi saat ini dan dalam usianya yang tak lagi muda, bumi selalu bercerita tentang nasibnya.

Cerita pilu yang ia alami hingga saat ini tak kunjung berhenti menerpa dan mendera.

Saat ini bumi perlu disapa dengan tindakan nyata oleh semua.

Mengingat, keadaan bumi saat ini sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja.

Sampai saat ini pun belum ada pengganti bumi sebagai rumah bersama, yang artinya kita masih sangat tergantung dengan nasib keberlanjutan bumi hingga nanti.

Tahun ini, Yayasan Palung (YP) bersama dengan rekan-rekan relawan dari kabupaten Ketapang (Relawan TAJAM) dan di kabupaten Kayong Utara (Relawan REBONK) merayakan hari bumi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Pada Hari Bumi kali ini YP mengetengahkan tema "Selamatkan Bumi Dari Rumah".

Tema ini pun menjadi satu cara sederhana untuk langkah antisipasi pencegahan di tengah wabah Covid-19 mendera hampir menjangkau seluruh dunia.

Cara-cara sederhana seperti ini juga bisa dilakukan tanpa harus melibatkan kerumunan massa. Bumi sebagai rumah sekaligus ibu bersama (rumah dan ibu) kita.

Halaman
123
Editor: Zulkifli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved