Virus Corona Masuk Kalbar

Dinkes Ketapang Harap Kerjasama Masyarakat untuk Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Sembilan di antaranya diisolasi di Rumah Singgah Penanganan Covid-19 dan tiga orang lainnya di isolasi di rumah masing-masing.

Tayang:
Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK/NUR IMAM SATRIA
Bupati Ketapang, Martin Rantan saat melakukan monitoring di Posko Covid-19 di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Selasa (21/04/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Rustami mengaku kalau kendala yang dihadapi oleh pihaknya dalam penanganan Covid-19 yaitu kurangnya kerjasama masyarakat.

Terutama yang tidak mau berterus terang kepada petugas medis.

“Jika itu terjadi maka kita kesulitan melakukan tracing. Sehingga penting kerjasama masyarakat dalam hal melaporkan diri dan menyampaikan data riwayat perjalanan." 

"Ini semua untuk memudahkan mentracing dan melakukan pendataan guna melakukan langkah-langkah yang akan dilakukan,” kata Rustami saat kunjungan Bupati Ketapang Martin Rantan di Kantornya, Selasa (21/04/2020).

Bupati Ketapang Lakukan Monitoring Kesiapan Penanganan Covid-19

Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Ketapang itu mengatakan sampai saat ini terdapat 12 orang yang hasil rapid testnya reaktif.

Sembilan di antaranya diisolasi di Rumah Singgah Penanganan Covid-19 dan tiga orang lainnya di isolasi di rumah masing-masing.

“Untuk kondisi satu orang pasien positif keadaannya terus membaik dan sehat, namun untuk menyatakan dirinya sembuh harus melalui dua kali uji swab yang hasilnya belum keluar."

"Untuk penanganan di rumah sakit diberikan anti virus, vitamin, makanan bergizi serta disiapkan psikolog juga,” papar Rustami.

Selain itu dijelaskannya, untuk petugas medis yang menjaga di rumah singgah disiapkan tempat untuk menginap di lokasi dan menempatkan ruangan steril untuk petugas medis yang akan meninggalkan rumah singgah.

“Dengan banyaknya bantuan dan suport dari pemerintah dan masyarakat tentu menjadi motivasi buat kami, buat tenaga medis yang akan terus bekerja dan berjuang dalam penanganan persoalan Covid-19 di Ketapang,” tambahnya

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang, Yunifar mengaku pihaknya terus melakukan pemetaan dan koordinasi dengan berbagai pihak dalam hal penanggulangan persoalan Covid-19 di Ketapang.

“Pemetaan zona kami lakukan untuk memudahkan melakukan upaya-upaya dan tindakan."

"Kami juga menggalangkan bantuan dari berbagai pihak yang kami sampaikan seperti bantuan APD, sarung tangan dan lainnya dari pengusaha Kalbar yang diserahkan ke RSUD Agoesdjam dan Fatima dan semua bantuan kami data dan catat,” tegasnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved