BATU BERAK Materi Belajar SMP di TVRI Jumat 24 April, Jejak Pemujaan dan Permukiman di Lampung Barat
Situs Batu Berak berada di Pekon Purajaya, Kecamatan Kebon Tebu, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, 116 kilometer dari Kota Bandar Lampung.
Penulis: Marlen Sitinjak | Editor: Marlen Sitinjak
Peninggalan ini terdiri dari dolmen, menhir, batu datar, manik-manik kaca dan batu, keramik lokal dan asing, batu umpak serta batu lumpang, dibangun pada suatu bukit kecil yang dikelilingi oleh sungai kecil sawah dan empang.
Areal situs berukuran sekitar 3 hektare.
• Materi dan Soal Lengkap Belajar di TVRI Kamis 23 April SD 1-3 Matematika Pak Ridwan, 4-6 SMP dan SMA
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis pembahasan maka dapat di ambil kesimpulan bahwa: nilai-nilai yang terkandung dalam situs Batu Berak yaitu; nilai pengetahuannya, nilai sejarahnya, nilai pendidikannya, nilai agama atau religinya, nilai kebudayaannya.
Kehadiran kebudayaan megalitik memberi corak kehidupan tersendiri yang mengetengahkan nilai atau falsafah masyarakat masa lampau yang diaktualisasikan melalui penataan budaya megalitik, yang terdiri atas pemikiran penentuan pusat wilayah suatu daerah, adanya relasi kuasa dalam pendirian monumen megalitik, dan corak masyarakat agraris.
Kebudayaan megalitik yang menghasilkan berbagai bentuk budaya materi yang pada umumnya terbuat dari batu, memberi pengetahuan yang tinggi kepada kita mengenai berbagai bentuk aktivitas masa lalu.
Sejumlah budaya materi yang tercipta menyiratkan aktivitas yang senantiasa mengutamakan sumber daya alam yang tersedia.
Kesemua itu dapat divisualisasikan dalam bangunanbangunan dan peninggalan pada situs Batu Berak, yang dapat dipetik pesan-pesan dan nilai-nilai luhur sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman sebagai warisan budaya dan identitas bangsa Indonesia.
Keberadaan situs Batu Berak tersebut tentunya dapat menjadi sumber belajar yang progresif untuk menumbuhkan sikap kesadaran sejarah peserta didik.
Keragamaan nilai-nilai yang terkandung dapat menjadi pemicu peserta didik untuk terus mempelajari sejarah khususnya di daerah sekitarnya.
Selengkapnya Simak Penjelasan Arkeolog Rr Triwurjani M Hum di video berikut ini: