Anggota Dewan Kalbar Minta Masyarakat Kembali Bercocok Tanam
DPRD Provinsi Kalbar mendorong agar masyarakat kembali turun untuk bercocok tanam ditengah pandemi corona.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Maudy Asri Gita Utami
Hal ini penting karena masalah ketersediaan dan ketahanan pangan menjadi kunci bagi kemampuan untuk bertahan dalam kondisi covid 19," katanya.
Menurut dia, anpa pembangunan pertanian yang efektif, dengan penyediaan benih dan pupuk secara cukup dan tepat waktu maka kondisi Kalbar akan jauh lebih terpuruk lagi.
"Kami sepakat dengan Gubernur agar masalah pembangunan pertanian juga menjadi perhatian dalam rangka recovery didalam menghadapi kasus pandemik covid 19," jelasnya.
Meninjau rilis dari Kementan, kata politisi Gerindra ini, pemerintag pusat juga sudah menyesuaikan beragam programnya dalam rangka menjawab tantangan penyediaan pangan bagi masyarakat Indonesia, diantaranya dengan penyediaan benih dan pupuk yang cukup hingga bantuan ke petani.
Mentan, lanjutnya, juga menginginkan distribusi alat dan mesin pertanian yang sudah direncanakan tahun ini dapat lebih cepat sampai ke petani.
"Untuk pembangunan infrastruktur pertanian juga menjadi perhatian, karena produktivitas sekarang jauh lebih rendah daripada kondisi optimum akibat infrastruktur pertanian jauh dari kata sempurna," katanya.
Maka dari itu, ujar Suriansyah, harus di dorong pembangunan pertanian sebagai upaya peningkatan ketahanan pangan dan recovery setelah pandemi covid 19.
"Peluang kerja dibidang pertanian sangat terbuka lebar bagi yang terkena dampak PHK pada masa ini agar kembali ke desa untuk memanfaatkan lahan yang sekarang kondisinya tidur," tuturnya.
"Jika kita menanam cabe atau sayur mayur, buah-buahan maka bisa memberikan hasil yang mengembalikan kemampuan ekonomi dari masyarakat yabg terdampak akibat pandemi ini," tutup Suriansyah.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan setuju dengan pengembangan pertanian untuk ketahanan pangan.
Politisi PKB ini pun mendorong agar pemerintah daerah juga mengambil sikap dengan menyerap gabah petani.
"Yang utama saat ini lagi panen raya, segera APBD baik provinsi dan kabupatwn menyerap gabah petani dengan harga Rp. 4200, sebagai stok pemda, bila ini dilakukan maka petani akan menanam dengan sendirinya," kata Daniel Johan. (*)
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/musrenbang-virtual-anggota-dprd-provinsi-kalbar-asz.jpg)