HARGA Pertamax di Malaysia Rp 4.500 per Liter, Ini Alasan Pertamina Belum Turunkan Harga BBM

Perbandingan harga di sejumlah negara, termasuk negara jiran Malaysia justru harganya jauh lebih murah dari Indonesia

Warta Kota/angga bhagya nugraha
Ilustrasi - Petugas tengah mengisikan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (15/3/2015) lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Sejumlah kritikan dan desakan menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tanah air.

Hal itu muncul karena harga minyak mentah dunia anjlok bahkan di level US$ 30 per barel, dalam beberapa waktu terakhir.

Perbandingan harga di sejumlah negara, termasuk negara jiran Malaysia justru harganya jauh lebih murah dari Indonesia.

Sebagai perbandingan, harga Ron 95 atau Pertamax di Malaysia adalah 1,25 Ringgit atau setara dengan Rp 4.500 per liter.

Namun, hal itu belum membuat Pertamina belum membuat keputusan untuk menurunkan harga BBM, dalam waktu dekat kendati berbagai desakan terus muncul.

Diskon BBM Ojol Masih Berlaku, Cashback 50 Persen Bahan Bakar Minyak Non Subsidi

PROMO PERTAMINA, Cashback 50 Persen Untuk Pembelian BBM Non Subsidi, Aktifkan Aplikasi Ini

Dilansir Kontan.co.id, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati justru menyampaikan bahwa wewenang penurunan harga ada pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Penetapan harga BBM ini very regulated. Kami setiap bulan mengikuti formula yang ditetapkan Kementerian ESDM, ketetapannya ada di pemerintah" ujar Nicke dalam RDP Virtual dengan Komisi VI DPR RI, pada Kamis (16/4/2020) lalu.

Namun, dikatakan, pihaknya hanya bisa melakukan sejumlah upaya, seperti pemberian diskon harga BBM.

"Hari ini memang belum penurunan, namun secara korporasi kami berikan diskon. Kami melakukan langkah yang secara korporasi boleh dilakukan," katanya.

Hal ini disampaikan Nicke pasca Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade mempertanyakan alasan Pertamina belum mau menurunkan harga BBM kendati harga minyak mentah telah menyentuh angka di bawah US$ 30 per barel dalam beberapa waktu terakhir.

"Kan hanya 3 bulan, masa Pertamina nggak mau rugi sedikit? Kalau kurang tinggal minta sama pemerintah, karena semua rakyat sekarang berteriak," ujar Andre.  

HARGA BBM Jenis Pertalite justru Sudah 2 Kali Tak Turun, Pertamina Beberkan Keputusan Menteri

Daftar Harga BBM Terbaru Mulai 1 Februari 2020 Seluruh Indonesia : Cek Kalbar, Jakarta & Papua Barat

Selain itu, Mantan Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini pada pekan lalu sudah sempat mengeluarkan hitung-hitungan soal penyesuaian harga BBM yang harus dilakukan.

Hal itu menyusul turunnya indikator pembentuk harga.

"Apalagi sekarang sudah harusnya turun sejak sebulan lalu, sehingga kewajiban menurunkan harga BBM sudah sangat mendesak,” ujar Rudi dalam keterangan resminya pekan lalu.

Rudi mengungkapkan, penyesuaian harga BBM jangan sampai mengeksploitasi masyarakat dengan harga yang tinggi serta jangan pula membebani pemerintah lewat subsidi dengan harga yang terlalu rendah.

Berdasarkan perhitungan yang ada, Rudi mengungkapkan Pertamina dapat menerapkan harga baru pada rentang Rp 5.500 hingga RP 6.000 per liter.

Rudi melanjutkan, negara-negara tetangga bahkan telah melakukan penyesuaian harga, sebut saja Malaysia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Ini alasan Pertamina belum turunkan harga bahan bakar minyak (BBM)

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved