Breaking News:

Ramadan

Apakah Keluar Mani karena Mimpi Basah di Siang Hari Ramadhan Membatalkan Puasa?

apakah benar jika kita keluar mani karena mimpi basah bisa membatalkan puasa?...........

Thinkstockphotos.com
Ilustrasi sedang mandi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Bagaimana jika kita mimpi basah di siang hari bulan Ramadhan

Apakah hal itu membatalkan puasa?

Pertanyaan itu mungkin muncul di benak sebagian kita setelah tanpa sadar bermimpi basah.

Ustadz Adi Hidayat dalam satu kesempatan menyampaikan, hal yang membatalkan puasa umumnya terbagi menjadi dua bagian.

Pertama, adalah sengaja makan, minum atau berbagai hal yang semakna dengannya yang melahirkan energi yang masuk lewat kerongkongan atau di luar jalur-jalur tertentu yang menghadirkan energi khusus.

Bacaan Niat Salat Tarawih Sendiri atau Infirad saat Malam Ramadhan 2020

Kedua adalah berhubungan terkait dengan syahwat.

Baik itu hubungan suami istri secara langsung atau barangkali melakukan tindakan-tindakan yang dilarang seperti bermaksiat yang melahirkan syahwat dan sejenisnya.

"Adapun anda bermimpi di luar kuasa anda, tidak pernah anda rencanakan, maka itu tidak membatalkan puasa," jelasnya.

"Silakan anda bangun, kemudian anda mandi seperti mandi junub pada umumnya. Teruskan puasanya, tunaikan Solatnya, insya Allah sah puasa anda mendapatkan pahala dari Allah SWT," jelas Ustadz Adi Hidayat.

Ustadz Abdul Somad mengatakan hal serupa.

Menurutnya, orang yang mimpi basah di siang hari puasanya tetap sah.

"Puasanya sah, karena mimpi itu bukan kehendak. Kalau terjadi, mandi saja. Puasanya tetap sah," ungkap UAS.

Niat Mandi Wajib

Bagi yang ingin melafalkan niat mandi wajib karena selesai berhubungan badan suami istri, berikut bacaan niat sebelum mandi:

نَوَيْتُ الغُسْلَ لِرَفْعِ الجِنَابَةِ

Nawaitul ghusla li raf’il janâbati

Artinya: “Saya berniat mandi untuk menghilangkan janabat”

Untuk perempuan yang haid atau nifas ia berniat mandi untuk menghilangkan haid atau nifasnya berikut bacaan niatnya:

نَوَيْتُ اْلغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَيْضِ atau لِرَفْعِ النِّفَاسِ

Nawaitul ghusla li raf’il haidli” atau “li raf’in nifâsi

Artinya: “Saya berniat mandi untuk menghilangkan haidl” atau “untuk menghilangkan nifas”

Mandi wajib dikenal juga dengan mandi junub atau mandi janabah.

Berikut bacaan niat mandi junub secara umum:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitul Ghusla Lifrafil Hadatsil Akbari Fardhan Lillahi Ta’aala.”

Artinya: “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadast besar fardhu karena Allah ta’ala."

Halaman
Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved