Virus Corona
CHINA Dituduh Berbohong, Laporan Jumlah Sebenarnya Kematian Akibat Virus Corona Bocor
Karena hal itu China dituduh menutupi jumlah kematian akibat virus corona, dengan jumlah sebenarnya melebihi yang diperkirakan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sejauh ini China telah berhasil mengatasi pandemi virus corona yang melanda negaranya sejak Desember silam.
China sendiri adalah negara pertama yang mengalami dampak ini, namun perlahan mereka berhasil mengatasi masalah tersebut.
Bahkan jumlah korban yang terinfeksi dan jumlah kematiannya kini lebih sedikit daripada Italia, Spanyol maupun Amerika Serikat.
Karena hal itu China dituduh menutupi jumlah kematian akibat virus corona, dengan jumlah sebenarnya melebihi yang diperkirakan.
Melansir Daily Express secara resmi China memiliki jumlah pasien 120.000 orang dengan korban jiwa mencapai 3.339 orang meninggal dunia.
Akan tetapi jumlah itu terlalu kecil dibandingkan dengan beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat saat ini.
Intelijen AS membuat laporan bahwa China memalsukan jumlah sebenarnya dan menuduh Beijing secara sistematis mengecilkan angkanya.
Para pejabat CIA mengatakan di Gedung Putih dalam sebuah laporan yang bocor, bahwa China meremehkan kematian akibat Covid-19.
Sumber lain mengatakan, krematorium di negara itu telah berjalan 24 jam sehari dengan 40.000 guci pemakaman ekstra yang dibawa ke Wuhan.
• CHINA Gemparkan Dunia, Punya Laboratorium Misterius di Wuhan, Simpan Ribuan Virus Mematikan
Pembangkang China Jennfer Zeng memantau wabah ini di seluruh negerinya.
Mengatakan, "banyak sumber mengatakan pada kami bahwa Wuhan sedang bersiap membangun 15 rumah sakit darurat untuk mengatasi jumlah korban."
"Tetapi setelah kunjungan Presiden Xi Jinping pejabat tiba-tiba menyatakan pasien rumah sakit harus dikirim pulang," katanya.
"Tapi kami telah melihat mayat dipindahkan pada malam hari, orang-orang runtuh di jalanan dan kami mendengar rumah sakit dengan 100 korban seminggu terakhir," jelasnya.
"Angka 3.000 kematian itu adalah mutlak,tetapi berdasarkan rata-rata dunia rasio Italia saya percaya setidaknya ada puluhan ribu kematian," imbuhnya.
"Atau mungkin saja ratusan ribu kematian," paparnya.