Wabah Virus Corona

Benarkah Virus Corona Lenyap pada Cuaca yang Panas, Ilmuwan Beberkan Fakta Luruskan Ucapan Trump

Kali ini seperti dikutip dari Daily Mirror, ilmuwan memberikan penjelasannya tentang keyakinan bahwa virus ini akan hilang pada musim panas.

Editor: Dhita Mutiasari
https://dinkes.kalbarprov.go.id/
Ilustrasi virus corona covid-19 - Benarkah Virus Corona Lenyap pada Cuaca yang Panas, Ilmuwan Beberkan Fakta Luruskan Ucapan Trump 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Virus corona jenis baru penyebab Covid-19 masih terus membayangi masyarakat di seluruh dunia.

Bahkan melansir data yang dikumpulkan oleh John Hopkins University, jumlah kasus virus corona yang telah dikonfirmasi di seluruh dunia adalah sebanyak 1.846.680 kasus hingga Senin (13/4/2020). 

Artinya, lebih dari 1,8 juta orang terinfeksi virus corona.

Virus corona telah menjadi ancaman yang meakutkan bagi manusia, sejak kemunculannya Desember silam.

Penyakit ini muncul dan dengan cepat menyebar, hingga ke seluruh dunia, pada musim dingin atau musim hujan.

Cegah Penyebaran Virus Corona, Satuan Lalu Lintas Mulai Beraksi

Namun benarkah bahwa virus ini kemungkinan akan hilang ketika musim panas tiba.

Menurut beberapa sumber ada yang mengatakan, penyabaran virus ini diperkirakan melambat ketika memasuki musim panas, karena diketahui virus ini senang hidup pada tempat lembab.

Kenyataan lain, kebiasaan masyarakat Indonesia yang kerap berjemur karena meyakini bisa mencegah virus corona meskipun secara ilmiah belum terbukti kebenarannya.

Kali ini seperti dikutip dari Daily Mirror, ilmuwan memberikan penjelasannya tentang keyakinan bahwa virus ini akan hilang pada musim panas.

Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional di Inggris telah menulis surat ke Gedung Putih terkait dengan kepercayaan masyarakat ini.

Respon OJK Terkait Empat Bank Dalam Pengawasan Intensif Sebelum Pandemi Virus Corona Covid-19

Dalam surat itu mereka menjelaskan tentang apakah virus corona akan berhenti menyebar di iklim yang lebih hangat.

Surat itu mengatakan, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa virus corona mungkin menular dengan kurang efisien di lingkungan dengan suhu dan kelembapan sekitar yang lebih tinggi.

"Namun mengingat kurangnya imunitas inang, secara global, pengurangan efisiensi penularan ini mungkin tidak mengarah, pada pengurangan penyebaran penyakit," katanya.

Dalam surat itu mereka juga menjelaskan tentang studi wabah di China.

Menunjukkan bahwa bahkan dalam kondisi yang hangat dan lembab virus itu masih menyebar secara eksponensial.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved