Ustadz Abdul Somad

Tanggapan Ustadz Abdul Somad (UAS) Terkait Penolakan Jenazah Pasien Positif Virus Corona Covid-19

ustadz abdul somad menanggapi penolakan jenazah Pasien Positif Virus Corona Covid-19

Youtube Ustadz Abdul Somad Official
Ustadz Abdul Somad 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ustadz Abdul Somad menyampaikan pandangannya terkait penolakan terhadap jenazah pasien positif virus corona Covid-19.

Ustadz Abdul Somad yang diminta tanggapannya mengatakan, di antara kewajiban fardhu kifayah bagi saudara yang meninggal ada empat.

Mulai dari memandikan, mengkafankan, men-solatkan dan terakhir memakamkan.

"Nah yang jadi masalah keempat ini. Memakamkan. Apa kendalanya? Mengapa jenazahnya musti ditolak untuk dimakamkan di pemakaman umum tersebut," kata Ustadz Abdul Somad dalam video yang diunggah Youtube TVOne.

Update Corona Kalbar - PDP Meninggal 17 Orang, 10 Positif Covid-19 Meninggal 2, ODP 6.190 dan OTG 10

"Tentu saja karena dikhawatirkan akan menyebarkan wabah penyakit," kata Ustadz Abdul Somad.

UAS mengatakan, tidak ada yang paling mengerti tentang penyakit ini kecuali dokter.

Oleh sebab itu kita tanya ke dokter yang amanah.

"Dokter yang ngaji. Dokter yang dekat dengan Kiyai. Dokter yang ahlus sunnah wal jamaah," paparnya.

"Pak dokter kalau ada orang yang kena corona lalu meninggal dunia, kemudian ditutup kain kafan setelah itu plastik. Diikat, masuk ke dalam tanah, apakah virus coronanya masih menyebar lagi?," kata UAS menirukan pertanyaan ke dokter.

"Dokter menjawab, tidak. Karena plastik itu hancur puluhan tahun. Bahkan lebih sekian puluh tahun. Maka kalau sudah tidak ada kekhawatiran lagi sedikitpun, maka kita terima," ungkap UAS.

Adapun karena diluapkan oleh perasaan, karena persepsi, karena prasangka, menurut UAS, maka sesungguhnya kita sudah berbuat tidak seperti pengetahuan kita.

"Oleh sebab itu bila dokter yang amanah sudah mengatakan ini tidak lagi menular, maka kita sebagai warga masyarakat kita terima," katanya.

"Apalagi tanah wakaf itu bukan punya kita tapi milik kaum muslimin," kata UAS.

Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved