Wabah Virus Corona
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson Positif Corona Covid-19 Maret Lalu, Begini Kondisinya Saat Ini
Inggris tidak memiliki rencana suksesi formal jika sewaktu-waktu perdana menteri tidak mampu lagi memenuhi tugasnya.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Inggris adalah satu di antara negara dunia yang terdampak cukup parah akibat hantaman pandemi global Covid-19.
Hingga Rabu (08/04/2020), sudah ada lebih dari 55 ribu orang yang positif virus mematikan, virus Corona jenis baru, Coronavirus SARS-CoV-2 itu.
Tak tanggung-tanggung, bahkan 'orang nomor satu' di kursi pemerintahan Inggris, Boris Johnson, jadi satu di antara daftar orang Inggris yang positif Corona itu.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson diketahui terinfeksi Covid-19 jelang akhir Maret lalu.
• Patroli Pencegahan Corona, Kapolsek Pontianak Barat Imbau Warung Tak Layani Makan di Tempat
Saat ini, Sang Perdana Menteri, Boris Johnson menghabiskan malam kedua dalam perawatan intensif dan berada dalam kondisi stabil setelah menerima bantuan oksigen akibat komplikasi COVID-19.
Sementara menteri luar negerinya mengarahkan pertempuran untuk melawan wabah di negara tersebut.
Johnson, yang dites positif hampir dua minggu yang lalu, dibawa ke rumah sakit St Thomas pada Minggu malam karena dia menderita suhu tinggi dan batuk.
Tetapi kondisinya memburuk pada hari Senin dan dia dilarikan ke unit perawatan intensif.
• Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Corona, Ini Penjelasan Kajati Kalbar Jaya Kesuma
Pemimpin Inggris berusia 55 tahun itu menerima bantuan oksigen tetapi tidak menggunakan ventilator.
Menteri Luar Negeri Dominic Raab, mengatakan Boris Johnson akan segera kembali memimpin ketika dunia menghadapi salah satu krisis kesehatan masyarakat yang paling parah dalam abad ini.
"Perdana menteri dalam kondisi stabil, dia nyaman dan bersemangat," kata Edward Argar, menteri kesehatan junior, pada hari Rabu dikutip dari Reuters.
Ketika Johnson memerangi virus corona baru dari ranjang di rumah sakit St Thomas, Inggris memasuki apa yang dikatakan para ilmuwan sebagai fase paling mematikan dari wabah dan bergulat dengan pertanyaan kapan harus melakukan penguncian (lockdown).
Sempat Dirawat Intensif
Pemimpin di seluruh dunia pada Senin (06/04/2020) lalu, sampaikan dukungan semangat untuk Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, menyusul berita tentang dirinya yang dibawa ke unit perawatan intensif.
Gejala-gejala pada pemimpin Inggris itu dilaporkan memburuk sehari setelah ia dirawat di rumah sakit karena gejala COVID-19 yang tidak kunjung hilang.